Kamis, 25 Januari 2018

Hari Pertama

Syukur tak terhingga untuk Ia yang tak pernah alpa memahami setiap hal dari hamba-hambaNya. Doaku sebelumnya, di atas udara, diantara perjalanan, yang -katanya dan semoga - makbul, rasa-rasanya sudah diaminkan cepat oleh malaikat. Semoga. Khusnudzon itu, perlu kan? Wajib bahkan, apalagi terhadap ketentuan Allah.

Waktu Fajar, biasanya cukup ku tarik selimut tanda enggan memenuhi panggilan istimewa yang sungguh tak semua orang bisa merasakannya. Tapi fajar tadi, bahkan sebelum fajar, semesta melalui perintahNya seakan terus mengajakku, membisikkan lembut seruan-seruan yang aku mintakan, agar diri ini bisa kembali pulang, dengan sebenar-benar pulang. Ah, lain cerita lagi ini, karena akan panjang. Tentang perjalanan menuju pulang...

Pagi ini, semua kumulai dengan bahagia. Kekhawatiran-kekhawatiran yang sebelumnya kerap kupikirkan, telah kutitipkan pada Yang Maha Menjaga. Biarlah. Aku memulai dengan niat yang baik, dan semoga dapat menjalani dengan baik, dan selesai juga dalam keadaan baik.

Paginya pagi. Seorang bapak ramah mengantarku. Oh, ada lagi, sebelumnya seakan tahu saja hari pertama, aku mendapat 'tumpangan gratis'. Pertanda baik. Dan semua akan baik-baik saja. Semoga. Dan memang harusnya begitu.

Subuh tadi hujan. Jalanan basah. Suasana kota yang biasa penuh hiruk-pikuk pun lengang. Aku menghirup udara segar sedalam-dalamnya. Ah, lega sekali. Rasanya, ingin seperti ini setiap hari.
Tapi aku tahu, ini baru awal. Dan akan banyak hal menanti di depan. Mari siapkan dengan sebaik persiapan. Agar bisa berpulang dengan sebaik keadaan.

Terima kasih, Allah.
Terima kasih Ibuk dan Ayah dan Adik.
Terima kasih, semuanya.
Doakan aku.

Jakarta,
25 Januari 2018 07:40
A new place (and stories, and memories, and contributions, and many more) to be fought

Andika Putri Firdausy

Tidak ada komentar:

Posting Komentar