Jumat, 27 Oktober 2017

Khulafaur Rasyidin

πŸ“šπŸ“†Mari Belajar SirahπŸ•”πŸ’ž

Berawal dari keisengan ikut kuis di ig wkwk, jadilah tulisan kompilasi. Temanya adalah Khulafaur Rasyidin dan Karakter yang bisa Kita Teladani. Semoga manfaat, ya! 

•Khulafaur Rasyidin•

Khulafaur Rasyidin adalah khalifah pemimpin Islam sepeninggal Rasulullah saw yang terdiri dari empat orang: Khalifah Abu Bakar, Khalifah Umar, Khalifah Utsman, dan Khalifah Ali bin Abi Thalib.

(1) Khalifah Abu Bakar As-Siddiq πŸ‘¬
Abu Bakar As-Siddiq adalah sahabat Nabi yang paling mulia. Beliau adalah salah satu sahabat yang tergolong sebagai assabiqunal awwalun, yaitu orang-orang pertama (awal) dalam memeluk Islam. Kecintaannya pada Allah dan RasulNya tidak diragukan lagi. Salah satu karakteristik paling menonjol dari beliau r.a. adalah beliau sangat PENYAYANG dan dermawan πŸ‘¬.  Beliau bersedia menginfakkan seluruh hartanya di jalan Allah hingga tak bersisa, bahkan hingga di masa pemboikotan oleh kaum Quraisy selama tiga tahun di Mekkah, beliau memiliki andil yang sangat besar. Pun hingga setelah hijrah ke Madinah, beliau senantiasa dermawan dan menginfakkan hartanya di jalan Allah. Selain itu, Abu Bakar As-Siddiq juga merupakan seorang yang bersahaja lagi tinggi ilmunya. Beliau juga dipercaya untuk menemani Rasulullah hijrah dan bersembunyi di dalam gua. Abu Bakar merupakan khalifah pertama setelah sepeninggal Rasulullah. Di akhir hayat beliau, Abu Bakar As-Siddiq merupakan satu-satunya diantara Khulafaur Rasyidin yang meninggal dalam keadaan berbaring atau sakit, sedangkan khalifah yang lain meninggal karena dibunuh.

(2) Umar bin Khattab πŸ”ͺ
Umar bin Khattab berasal dari salah satu rumpun suku terbesar Quraisy: Bani Adi. Sebelum masuk Islam, beliau adalah salah satu penentang Islam yang paling vokal, yang juga terkenal dengan ketegasannya. Salah satu sirah yang paling mengena mengenai Umar r.a. adalah ketika sebelum beliau masuk Islam, Rasulullah pernah berdoa agar Islam menjadi lebih mulia dengan salah satu dari dua 'Amr yang dicintai Allah: 'Amr bin Hisyam atau Abu Jahal, dan Umar bin Khattab. Beliau mendapat hidayah dan masuk Islam ketika mendengar bacaan surah Thoha oleh saudaranya. Beliau adalah salah satu sahabat 'favorit' saya, yang terkenal dengan keTEGASannya. πŸ”ͺ Bahkan sejak sebelum masuk Islam, Umar merupakan musuh yang diperhitungkan. Setelah masuk Islam, ketegasan Umar semakin 'menjadi' karena dilandasi keimanan dan kecintaan pada Allah dan RasulNya. Umar merupakan manusia yang ditakuti oleh setan, yang jika setan mendengar langkah beliau, setan akan merasa ketakutan dan memilih jalan lain yang tidak dilewati beliau r.a. Umar r.a. dijuluki sebagai Al-Faruq, yang berarti pemisah antara kebenaran dan kebathilan. πŸ”ͺ Umar tidak akan segan menghunus pedangnya di jalan Allah untuk membela kebenaran. Umar bin Khattab merupakan khalifah kedua sepeninggal Abu Bakar. Di masa kepemimpinan beliau Islam berhasil memperluas wilayah lebih banyak. Beliau meninggal ketika sedang melaksankan shalat karena ditusuk pedang beracun.

(3) Utsman bin Affan πŸƒ
Selain Abu Bakar As-Siddiq, Utsman bin Affan juga termasuk golongan Assabiqunal Awwalun yang pertama masuk Islam. Beliau adalah salah satu sahabat Nabi yang berkarakter sangat PEMALU, lemah lembut, serta dermawan yang menjadi ciri utama beliau πŸƒ. Bagaikan kutub utara dengan selatan jika dibandingkan dengan Umar r.a yang penuh ketegasan. Utsman bin Affan ialah seorang saudagar kaya raya yang sangat dermawan. Beliau juga dijuluki Dzunnurrain, atau pemilik dua cahaya, karena dinikahkan Nabi dengan dua putrinya: Ruqayyah dan Ummu Kultsum.
Beliau adalah khalifah ketiga sepeninggal Abu Bakar dan Umar. Utsman r.a. terbunuh ketika sedang membaca Al-Qur'an dan dalam keadaan berpuasa, dan seperti mimpi beliau, Utsman r.a. berbuka dengan Nabi di Surga karena telah meninggal sebelum waktu berbuka tiba.

(4) Ali bin Abi Thalib πŸ”‘
Ali r.a. merupakan pemeluk Islam pertama-tama yang juga memiliki hubungan kekerabatan dengan Rasulullah. Ali adalah sepupu sekaligus menantu Rasulullah. Ali memiliki postur yang tidak jauh berbeda dengan Nabi, hingga ketika Nabi berhijrah, Ali menggantikan posisi tidur Nabi dan kaum Quraisy terjebak dan mengira bahwa Ali r.a. adalah Rasulullah.
Jika Rasulullah merupakan pintu ilmu yang sangat luas, maka Ali adalah pemegang kunci pintu tersebut πŸ”‘. Kemuliaan Ali r.a. tidak diragukan lagi. Sejak kecil, Ali hidup bersama Rasulullah sehingga tidak sedikit sifat dan kebiasaan Nabi yang terekam dan terinternalisasi dalam diri Ali r.a. Beliau r.a. dipercaya oleh Nabi untuk menjadi suami dari anak kesayangan Nabi: Fatimah r.a. Kedudukan Ali disisi Rasulullah bagaikan Musa dan Harun. Ali merupakan khalifah keempat dan terakhir dari Khulafatur Rasyidin setelah Abu Bakar, Umar, dan Utsman. Beliau meninggal karena dibunuh dengan pedang beracun.

**Dari berbagai sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar