Senin, 30 Oktober 2017

(?)

Ada yang tidak bisa dijelaskan oleh kata-kata.
Juga oleh deretan sajak yang bermakna.

Ada yang hanya bisa dijelaskan oleh rasa.
Tentang pertemuan atau perpisahan.
Tentang kehadiran dan kehilangan.

Tapi ada yang tidak bisa dijelaskan oleh itu semua.
Tentang asa yang mengangkasa.
Tentang cita yang direnda.
Juga tentang harapan yang dititipkan.

Ada banyak hal, yang terkadang lebih mudah dikatakan dibanding dirasakan.

Ada pula banyak hal yang lebih mudah dikerjakan daripada diucapkan.

Ada banyak hal yang tidak bisa dijelaskan. Terlalu banyak.

Minggu, 29 Oktober 2017

Teacher’s Diary: Saat Belajar Praktik Sholat

Ceritanya lagi perpisahan sama bu Ais karena mau ditinggal nikah, heu :"
Ketika Ramadhan 1438 hampir usai, setelah 'pelarian' panjang wqwq
Sesore kemarin, ga ada kelas seperti biasa karena gurunya banyak yang izin dan ada keperluan. Jadi kelasnya adalah belajar praktik sholat. I got jilid 4 keatas, jadi lumayan lah yaaa ga bocil2 banget wkwk. Sekolahnya pada kelas 2-6 SD, Cuma satu bocah yang masih TK. After a long practice, ya gitu lah, sebagian udah baik, sebagian masih perlu dibenahin dikit, sebagian lagi ogah-ogahan πŸ˜‚ Capek kali yaa praktik sholat maghrib 3 rakaat dan dengan bacaan jahr jadinya lama. Belum lagi kalo gurunya 'iseng' pause dulu buat benerin gerakan temennya yang masih salah, dan jadilah makin lama wkwkwk.

Setelah selesai tiga rakaat, saya sadar kalo ini bocah2 pasti bakalan bosen kalo disuruh praktik lagi dkk, akhirnya, kesempatan emas datang: cerita πŸ˜‚ Di TPQ yang kelasnya formal abis (?) karena udah ada pattern dari pusat, jadi agak susah menyelipkan cerita agak panjang. Singkat aja juga agak maksa, karena waktu yang ada emang pas banget buat ngaji 'doang'. Kalo dulu di TPQ waktu saya masih kecil, emang ada kelas sendiri Madrasah Diniyah namanya, setelah ngaji jilid dan Quran, dan pas banget kelas saya adalah kelas teratas alias assabiqunal awwalun wkwk jadi langsung diajar sm Ustadz 😍 Disitu ada pelajaran tarikh, fiqh, aqidah, bahasa arab, hadits, dkk. Full of knowledge banget! Sayang saya baru sadar pas udah agak gede dan udah gak ngaji lagi hahaha jadinya yaa gitu, ada yang masih nyantol banget, ada yang byar, heu.. Barakallahufiik Ustadz dan Ustadzah :”)

Balik ke kids jaman now, akhirnya saya nyeritain sedikit tentang 'sejarah' sholat. Terus, ceritalah kita tentang Isra' Mi'raj. Bahwa, perintah shalat lima waktu itu datang saat Isra' Mi'raj. Apa itu Isra Miraj? Isra adalah perjalanan Rasulullah dari Mekkah ke..mana hayoo? Madinah! Bukaan, itu mah hijrah, nak πŸ˜… (Eh, kata Pandji ga boleh langsung disalahin yaak, bilang 'hampir', biar anaknya tetep semangat 😁).

Jadi, Isra adalah perjalanan Rasulullah dari Mekkah ke Negeri Syam atau Palestina. Disana, Rasulullah shalat bersama Nabi-Nabi yang lain dan malaikat Jibril juga di Masjidil Aqsa. Naah setelah itu, barulah peristiwa Mi'raj terjadi. Apa itu Mi'raj? Perjalanan dari bumi ke langit, dari Masjidil Aqsa ke Langit ke tujuh 😱😱😱 (disini mulai takut kalo salah menjelaskan karena kurangnya ilmu, tapi terlanjur karena udah di tengah jalan dan nak-anak udah pada curious overload heu).

Jadi, waktu naik kesana tuh, Nabi naik Buroq. Buu, buroq itu apa? Becak? πŸ˜³πŸ˜… Buroq adalah rrrrr mikir dulu wkwk. Kadang, bukan, seringnya, saya takuutt banget salah ngomong ke anak-anak. Karena, mereka daya ingatnya lebih kuat. Kalau salah ngomong, nanti bahaya jadi atsar, alias kesalahan yang bertumpuk kemudian. Juga, kalau 'salah berjanji', nanti ditagihnya ga berhenti2. Anak-anak kan, kaya cewe, kalau dijanjiin ga pernah lupa πŸ˜‚πŸ˜‚ #skip

Akhirnya, kita cerita kesana-kemari. Dari cerita 'sejarah' sholat sampai Khulafaur Rasyidin. Disitu, makin makin lah sadar kalau ilmunya masih dikiiit banget, masih kuraaang banget ya Allah.. Udahlah ilmunya cethek, belum lagi ilmu buat menjawab dan facing the kids, kan beda yaa caranya, heu. Harus belajar lagi, belajar terus!

Sepanjang cerita juga sebenarnya saya banyak speechlessnya. Setelah bingung mau cerita apa lagi yang bisa menarik perhatian wkwk, akhirnya gantian nanya kalau ada yang mau bertanya. Kadang, mereka nanya yang, sebenarnya saya tahu sih, tapi kompleks dan susah menjelaskan ke anak-anak. Coba, ada yang nanya: Bu, Dajjal itu apa? Atuh kumaha jawabnya di tengah kelas gede gt heu akhirnya cuma jawab Dajjal itu Iblis. Heu.. Maafkan nak, lain kali semoga bisa menjelaskan dengan baik dan benar, memuaskan rasa ingin tahu kalian :”

Juga, belajar bahwa emang beda yaa bahasa nak-anak sama mbak-mbak. Ketika sedang cerita hijrahnya Nabi, tersebutlah bocah kelas dua SD bertanya, bu, Hijrah itu apa? Lalu, pas bahas yang lain, ditanya juga: nego itu apa? Dakwah itu apa? Dkk dkk πŸ˜… Baru sadar, apa bahasanya ketinggian yaa.. Hmm. Perlu belajar menyederhanakan kalimat sepertinya. Ah, anak-anak..

Intinya kelas kemarin benar-benar mengajarkan banyak hal. Bukan hanya mereka yang belajar tentang sangat sedikit praktik dan sejarah shalat, justru gurunya lah yang belajar lebih banyak dari mereka, dari kepolosan dan keberanian mereka. Bahwa, apalah apalah ilmu yang baru nggak ada apa-apanya ini. Masih banyak yang harus dipelajari. Harus bedakan juga diksi ketika interaksi sama seumuran, lebih tua, dan lebih muda wabil khusus my bocils yang umurnya sangat beragam hihi.

Oiya satu lagii, kemarin pas entah cerita tentang apa, ada potongan sejarah yang saya lupa dan ada yang semisal tahun-tahun gitu yang emang ga saya hafalin, baca doang wkwk. Dan, salah satu anak bilang, Buu, kan itu ada di pelajaran SKI di sekolah (fyi dia sekolah di MI). Jleb, saya langsung merasa tercyduq dan tertohoq πŸ™ˆ langsung inget-inget jaman sekolah ((dulu)). Karena saya dari SD sampai SMA sekolah di sekolah negeri terus, jadi inputnya memang 'hanya' dari mata pelajaran PAI di kelas. (Tapi alhamdulillah sempat Madin jadi ada lah input lain selain di sekolah) Tapii, kok yo rasa-rasanya banyak banget yang saya lupa, apalagi tenyang tarikh 😭😭 Kalau ada pun, ga banyak, dan lebih banyak karena udah dipelajari ulang waktu saya ngaji di TPQ dulu, atau ketika udah gede baca dari buku atau dapat dari kajian :" Padahal ya, sebenarnya buku pelajaran kita pas sekolah tuh udah cerita banyak. Kalau kita mau baca. Kalau kita mau belajar. Heuu, jadi ngerasa berdosa gitu dulu sekolahnya kurang serius (?) dan ga beneran hafalin. Tapi, jadi mikir juga, apa jangan-jangan semua itu jadi cuma semacam formalitas yang setelah kita hafalkan lalu lupakan? Saking banyaknya yang harus dihafal? Jadi malah ya gitu, belajar hanyalah belajar ga sampe ke hati (?) Entahlah.

Yang jelas, pendidikan itu teramat sangat penting sekali. Utamanya lagi pendidikan agama. Agar, anak-anak kita kelak nggak buta arah dalam mengarungi kehidupan ini. Ada Islam, ada AlQuran, dan tentu saja ada Allah.

Pokoknya maah, thankyou for every single thing you unintentionally thought me. Love you to the moon and back, Kiddos! πŸ’ž

29 Oktober 2017/10 Shafar 1439

Love,

Your unperfect teacher

Jumat, 27 Oktober 2017

Khulafaur Rasyidin

πŸ“šπŸ“†Mari Belajar SirahπŸ•”πŸ’ž

Berawal dari keisengan ikut kuis di ig wkwk, jadilah tulisan kompilasi. Temanya adalah Khulafaur Rasyidin dan Karakter yang bisa Kita Teladani. Semoga manfaat, ya! 

•Khulafaur Rasyidin•

Khulafaur Rasyidin adalah khalifah pemimpin Islam sepeninggal Rasulullah saw yang terdiri dari empat orang: Khalifah Abu Bakar, Khalifah Umar, Khalifah Utsman, dan Khalifah Ali bin Abi Thalib.

(1) Khalifah Abu Bakar As-Siddiq πŸ‘¬
Abu Bakar As-Siddiq adalah sahabat Nabi yang paling mulia. Beliau adalah salah satu sahabat yang tergolong sebagai assabiqunal awwalun, yaitu orang-orang pertama (awal) dalam memeluk Islam. Kecintaannya pada Allah dan RasulNya tidak diragukan lagi. Salah satu karakteristik paling menonjol dari beliau r.a. adalah beliau sangat PENYAYANG dan dermawan πŸ‘¬.  Beliau bersedia menginfakkan seluruh hartanya di jalan Allah hingga tak bersisa, bahkan hingga di masa pemboikotan oleh kaum Quraisy selama tiga tahun di Mekkah, beliau memiliki andil yang sangat besar. Pun hingga setelah hijrah ke Madinah, beliau senantiasa dermawan dan menginfakkan hartanya di jalan Allah. Selain itu, Abu Bakar As-Siddiq juga merupakan seorang yang bersahaja lagi tinggi ilmunya. Beliau juga dipercaya untuk menemani Rasulullah hijrah dan bersembunyi di dalam gua. Abu Bakar merupakan khalifah pertama setelah sepeninggal Rasulullah. Di akhir hayat beliau, Abu Bakar As-Siddiq merupakan satu-satunya diantara Khulafaur Rasyidin yang meninggal dalam keadaan berbaring atau sakit, sedangkan khalifah yang lain meninggal karena dibunuh.

(2) Umar bin Khattab πŸ”ͺ
Umar bin Khattab berasal dari salah satu rumpun suku terbesar Quraisy: Bani Adi. Sebelum masuk Islam, beliau adalah salah satu penentang Islam yang paling vokal, yang juga terkenal dengan ketegasannya. Salah satu sirah yang paling mengena mengenai Umar r.a. adalah ketika sebelum beliau masuk Islam, Rasulullah pernah berdoa agar Islam menjadi lebih mulia dengan salah satu dari dua 'Amr yang dicintai Allah: 'Amr bin Hisyam atau Abu Jahal, dan Umar bin Khattab. Beliau mendapat hidayah dan masuk Islam ketika mendengar bacaan surah Thoha oleh saudaranya. Beliau adalah salah satu sahabat 'favorit' saya, yang terkenal dengan keTEGASannya. πŸ”ͺ Bahkan sejak sebelum masuk Islam, Umar merupakan musuh yang diperhitungkan. Setelah masuk Islam, ketegasan Umar semakin 'menjadi' karena dilandasi keimanan dan kecintaan pada Allah dan RasulNya. Umar merupakan manusia yang ditakuti oleh setan, yang jika setan mendengar langkah beliau, setan akan merasa ketakutan dan memilih jalan lain yang tidak dilewati beliau r.a. Umar r.a. dijuluki sebagai Al-Faruq, yang berarti pemisah antara kebenaran dan kebathilan. πŸ”ͺ Umar tidak akan segan menghunus pedangnya di jalan Allah untuk membela kebenaran. Umar bin Khattab merupakan khalifah kedua sepeninggal Abu Bakar. Di masa kepemimpinan beliau Islam berhasil memperluas wilayah lebih banyak. Beliau meninggal ketika sedang melaksankan shalat karena ditusuk pedang beracun.

(3) Utsman bin Affan πŸƒ
Selain Abu Bakar As-Siddiq, Utsman bin Affan juga termasuk golongan Assabiqunal Awwalun yang pertama masuk Islam. Beliau adalah salah satu sahabat Nabi yang berkarakter sangat PEMALU, lemah lembut, serta dermawan yang menjadi ciri utama beliau πŸƒ. Bagaikan kutub utara dengan selatan jika dibandingkan dengan Umar r.a yang penuh ketegasan. Utsman bin Affan ialah seorang saudagar kaya raya yang sangat dermawan. Beliau juga dijuluki Dzunnurrain, atau pemilik dua cahaya, karena dinikahkan Nabi dengan dua putrinya: Ruqayyah dan Ummu Kultsum.
Beliau adalah khalifah ketiga sepeninggal Abu Bakar dan Umar. Utsman r.a. terbunuh ketika sedang membaca Al-Qur'an dan dalam keadaan berpuasa, dan seperti mimpi beliau, Utsman r.a. berbuka dengan Nabi di Surga karena telah meninggal sebelum waktu berbuka tiba.

(4) Ali bin Abi Thalib πŸ”‘
Ali r.a. merupakan pemeluk Islam pertama-tama yang juga memiliki hubungan kekerabatan dengan Rasulullah. Ali adalah sepupu sekaligus menantu Rasulullah. Ali memiliki postur yang tidak jauh berbeda dengan Nabi, hingga ketika Nabi berhijrah, Ali menggantikan posisi tidur Nabi dan kaum Quraisy terjebak dan mengira bahwa Ali r.a. adalah Rasulullah.
Jika Rasulullah merupakan pintu ilmu yang sangat luas, maka Ali adalah pemegang kunci pintu tersebut πŸ”‘. Kemuliaan Ali r.a. tidak diragukan lagi. Sejak kecil, Ali hidup bersama Rasulullah sehingga tidak sedikit sifat dan kebiasaan Nabi yang terekam dan terinternalisasi dalam diri Ali r.a. Beliau r.a. dipercaya oleh Nabi untuk menjadi suami dari anak kesayangan Nabi: Fatimah r.a. Kedudukan Ali disisi Rasulullah bagaikan Musa dan Harun. Ali merupakan khalifah keempat dan terakhir dari Khulafatur Rasyidin setelah Abu Bakar, Umar, dan Utsman. Beliau meninggal karena dibunuh dengan pedang beracun.

**Dari berbagai sumber

Jumat, 06 Oktober 2017

A Sudden Escape

Stasiun Bandung Kota

Pagi itu, akhirnya sampai juga di Kota Kembang. Alhamdulillaah. Impian (?) yang sudah lama terpendam dan juga direncanakan, pada akhirnya terlaksana tanpa rencana. Kadang Allah suka kasih kita surprise gitu. Jadi, jangan khawatir kalau rencana atau mimpi kita belum tampak batang hidungnya. Keep going. Suatu saat, Allah pasti sampaikan. 😎
Si dia lelah menunggu :P
Balik lagi, setelah hari kamisnya, di tengah2 riweuh (?) acara simposium sampai sore, si adek tetiba mengajak cabut ke Bdg. Singkat cerita, dg segala kemendadakan (?), akhirnya kita putuskan berangkat. Now or Never, heu. Malam itu, di tengah gerimis Jogja, berangkatlah ke Kota Kembang.

Jumat pagi di Bandung.
Alhamdulillah setelah chit-chat, dipertemukan dengan kawan lama yg skrg tinggal di Bandung. Arum dan pak suaminya, mas Endrian. Kita bertiga pertama bertemu tahun 2008
, saat lomba OSIS Award Kabupaten dan Kota Pasuruan. Tim saya waktu itu ada Pak Ketua (Faisol) dan Pak Wakil (Husni), bis kuning menjadi saksi perjuangan kami yang tiap minggu (?) PP Bangil-Pasuruan wkwk.
Me-Arum-Mas Endri, after 9 years separated *berasa apaan wkwk :v
Saat itu Arum dan saya (Faisol dan Husni juga) kelas 3 SMP, dan mas Endri kelas 3 SMK. Kami berhubungan tidak lama setelah acara itu saja, dan post-agenda membuat semacam pelatihan (?). Setelah itu lost contact. Ketemu lagi sama Arum tahun 2011, di Lomba Siswa Berprestasi Jatim waktu kita mau tampil seni wkwk. Udah itu aja. Then time flies. Arum dan mas Endri menikah 2015 dan sekarang tinggal di Bandung. Facebook lah perantara saya berhubungan lagi dengan Arum. Disitulah merasakan kebermanfaatan teknologi dan sosmed: mendekatkan yang jauh. Heuheu.

Full team. Dari depan: Me, Adek, Shanti/Shinta :D, Arum, mas Endri (@Farm House)
Singkat cerita, Arum dan keluarga (mas Endri, SinSan, dan Oing wkwk) menjadi guide terbaik kami hwaaa 😭 direpotin dadakan banget, dan udah baik banget 'nampung' kita berdua. Yakinlah gais, silaturahim itu penting, sodara juga. Mereka akan selalu bantu kita kalo kita butuh. Jangan lupa bantu juga orang lain, apalagi sodara dan kerabat, meski belum diminta :" Jazakumullahu khairan katsiran Arum dan keluarga :") Kata-kata terakhir di staisun: kalo kesini lagi udah bawa pasangan yaaa. Zzzzz. 

Adek, Me, Arum @Alun-ALun Bdg
Tak lama kami berdua berada di Bandung. Dua hari semalam, karena Sabtu sore sudah beranjak meninggalkan. Masih banyak kerabat yang belum ditemui, masih banyak tempat yang belum dikunjungi. Semoga Allah izinkan untuk kembali.

Hanya semalam di Bandung memberikan banyak kesan dan hikmah. Tentang takdir, ikhlas, dan jodoh wkwk.

"Bukankah yang terpenting dalam sebuah perjalanan asalah mengambil pelajaran?"


See you when I see you, Bandung.
πŸ’ž

Thousands thanks for my best-travelmate si Adek sayangs 
😘
Bosscha, finally!
Nantikan kelanjutan kisahnya wkwk #naonsi

Yogyakarta, 6 Oktober 2017
Love,

Andika Putri Firdausy

#ExploreBandung #PutriPejuang