Rabu, 25 Februari 2015

Menemukan Perbedaan

Bismillah.


COULD YOU FIND THE DIFFERENCE?

Teras Masjid Istiqlal, Jakarta (6 Sept. 2013)
Nyamm~ tulisan ini berawal dari waktu itu, ketika saya 'berkunjung' ke Masjid Mujahidin UNY, Yogyakarta. 
Saya sadar bahwa bahan yang saya tulis pernah marak akhir-akhir ini, termasuk di Yogyakarta: kemiskinan. Indonesia merupakan Negara dengan penduduk miskin sejumlah sekitar 11% dari total penduduk Indonesia yang 250an juta jiwa (bps.go.id). Nilai ini merupakan nilai yang cukup tinggi melihat dari banyaknya potensi yang dimiliki oleh Indonesia. Ah, saya tidak ingin membahas hal itu sekarang~

Oke, jadi saya hanya akan fokus terhadap, maaf, gelandangan dan pengemis.

Waktu itu, sekitar awal September 2013, saya dan teman saya berkesempatan mengunjungi Masjid Istiqlal, salah satu masjid besar di Indonesia yang terletak di Jakarta. Waktu itu kami berkunjung di Hari Jumat pada jam shalat Jumat. Masjid terlihat sangat ramai dengan jamaah yang hendak menunaikan shalat berjamaah. Sembari menunggu kaum Adam shalat, kami duduk-duduk di pelataran/teras masjid karena kami belum bisa masuk dan belum tahu pintu masuk lainnya.

Daan, yassalaam, itu orang-orang pada ngapain??? -________________-

Yes, selagi kami melihat manusia berbondong memasuki masjid untuk menunaikan shalat, kami juga menemukan pemandangan yang lain: gelandangan dan pengemis. Sebenarnya tidak kaget melihat 'oknum' tersebut berada di sekitar masjid - sudah biasa-. Tapii, ini BEDA.
Saya pernah mendengar bahwa yang dimaksud dengan 'fakir-miskin' sesungguhnya bukanlah yang secara terang-terangan meminta, akan tetapi justru yang diam-diam berkekurangan. Wallahua'lam.
Teras Masjid Istiqlal, Jakarta (6 Sept. 2013)
Bedanya apa?
Ya kalik, mereka dengan 'bangga'nya naruh kotakan depan masjid, sambil gendong anaknya, ditambah ngerokok dengan duduk bersila dan kaki diangkat. Astaghfirullah, nggak ngerti lagi sama dunia ini T,T Sudah sebegininyakah keadaan di Indonesia?

Another case terjadi di Masjid Mujahidin UNY. Waktu itu bulan Ramadhan 2014, saya sedang ngabuburit ke situ. Pas sekitar sore menunggu buka gitu, tetiba ada sesosok makhluk yang masuk masjid dengan pakaian 'seadanya' dan membawa peralatan semacam amplop dan kawan-kawan. And guess what, dia NGEMIS! Yassalaaam, makin canggih aja pengemis jaman sekarang sampe masuk-masuk ke dalam masjid T,T itu kalo bajunya kotor gimanaaah, kalo kakinya gapake sendal gimanaaah aaa *histeris*. Unfortunately, ujung-ujungnya saya cuma bisa diam dan melihat dari jauh sambil mempotret.

Masjid Mujahidin UNY (16 Juli 2014)


Masjid Mujahidin UNY (16 Juli 2014)
Saya tidak tahu apa yang melatarbelakangi semua kejadian ini. Sesuatu yang terlalu rumit dan kompleks. Di satu sisi, kita ingin menolong orang yang berkekurangan. Tetapi di sisi lain, apakah mereka benar-benar berkekurangan?

Akhir-akhir ini juga di berbagai daerah mulai dihimbau untuk tidak memberikan uang "receh" kepada sembarang pengemis di jalanan, karena kemungkinan besar mereka adalah sindikat yang ternyata bukan benar-benar pengemis. Di sosmed juga sudah menjamur broadcast (misalnya cerita ini ) mengenai hal ini, tinggal bagaimana kita lebih berhati-hati dalam bersikap.

Dulu sih, sering kasian melihat orang-orang mengemis gitu di jalan sekarang juga masih sih, tapi ya gimana lagi. Kalau saya lebih memilih memberikan sedikit rezeki kepada penjual koran, tukang becak, dan semacam itulah pokoknya mah, yang sudah berusaha bekerja, bukan meminta. Atau sekalian aja infak kemana gitu (masjid, panti, atau lembaga resmi lain) yang jelas aliran dananya kemana.

Wallahua'lam bis showab, karena semua amal memang tergantung pada niatnya.
Yang terpenting, tetaplah berbuat baik, dan menjadi agen muslim yang baik. Dan senantiasa bersyukur terhadap apa yang telah Allah anugerahkan kepada kita, apapun itu. Yeay! Semangat lillah! ^o^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar