Senin, 14 Juli 2014

Salah Musim

Angin segar bertiup riang
Menembus embun pagi yang malu-malu
Daun-daun yang berguguran
Ditemani percikan air hujan yang lembut
Indah 

Pagi yang terbalut oleh awan
Kelabu yang menari di angkasa
Berhimpun menyelimuti mentari
Mengajak hati bersemi-semi
Damai



Tujuh bulan yang lalu
Suasana yang sama, tempat yang berbeda
Aku berdiri terpaku menikmati ayat kauniyahNya
Sungguh, maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?


Sampaikanlah rindu ini, Rabb
Pada hawa sejuk di ujung sana
Sampaikanlah asa ini, Rab
Pada negeri tanduk di belahan sana
Kansai,
Kumamoto,
Kyoto
aku merindukanmu .



Yogyakarta,
14 Juli 2014 08.15


Andika Putri Firdausy


Minggu, 13 Juli 2014

Catatan Ramadhan #1

28 Juni 2014 | Maskam | Ba’da Isya’ | Prof. Dr. H. M. Amien Rais | Golongan Manusia

Di akhirat kelak, terdapat dua golongan besar manusia: ashabul jannah dan ashabul an-naar, atau penghuni surga dan penghuni neraka. Akan tetapi diantara keduanya juga, ternyata ada satu golongan lagi, yaitu ashabul a’raf (Q.S. Al-A’raf).

Al-a’raf sendiri berarti tempat yang tinggi. Di akhirat kelak, ashabul a’raf ini akan berada pada tempat yang tinggi diantara surga dan neraka, yang akan diisi oleh orang-orang yang berimbang amal baik dan buruknya.

Mereka akan turut bahagia ketika melihat orang-orang di surga dimuliakan. Juga, akan turut teriris melihat orang-orang di neraka di siksa. Begitu seterusnya hingga Allah menetapkan padanya apa yang dikehendaki oleh Allah.

Mereka melihat. Penghuni neraka meminta bantuan dan air kepada penghuni surga, kemudian penghuni surga tersebut menjawab, bahwa kedua hal tersebut diharamkan oleh Allah diberikan pada orang-orang kafir, yaitu orang yang terlihat beragama akan tetapi bermain-main dan bersenda gurau dengannya.

Kafir sendiri terbagi menjadi dua macam. Kafir pertama, merupakan orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan RasulNya, orang-orang yang syirik. Sungguh tidak akan masuk surga orang-orang yang tidak beriman* à adzabul ‘adziim.

Lalu, siapakah golongan kafir kedua ini? Yaitu orang yang terlihat beragama akan tetapi bermain-main dan bersenda gurau dengannya. Orang yang beragama, akan tetapo hanya menjadikan agamanya sebagai topeng untuk dunianya. Na’udzubillah.


Semoga Allah senantiasa menjaga kita di jalanNya.