Rabu, 16 April 2014

Dakwah Kampus Ideal

Dakwah Kampus Ideal
Oleh: Andika Putri Firdausy
JMG (Jamaah Muslim Geografi) UGM

“Islam datang dalam keadaan asing dan akan kembali pula dalam keadaan asing, maka berbahagialah orang-orang dikatakan asing” (HR. Muslim)
Mahasiswa merupakan status sosial istimewa yang dapat disandang hanya sebagian kecil penduduk di negeri ini. Mahasiswa merupakan kaum elit terpelajar yang di pundaknyalah kemajuan negeri ini dibebankan. Mahasiswa merupakan agent of change, agen perubahan yang diharapkan dapat mengubah negeri ini menjadi lebih baik ke depannya. Status ‘mahasiswa’ bukanlah suatu hal yang patut untuk disia-siakan. Sebaliknya, keadaan ini merupakan suatu hal yang patut dimanfaatkan sebaik-baiknya.
 Saat ini Indonesia masih berada pada tahap berbenah. Pengaruh kehidupan luar terutama bangsa asing banyak yang jauh bahkan tidak mencerminkan budaya timur. Nilai-nilai Islam tergerus oleh yang disebut perkembangan zaman. Di satu sisi, masa ini merupakan zaman modern – globalisasi – dimana sains dan teknologi dapat berkembang dengan pesat. Akan tetapi di sisi lain banyak orang yang menyalahartikan hal kemajuan tersebut, utamanya orang-orang yang masih kurang dalam hal pemahaman.
Indonesia terdiri dari masyarakat yang heterogen. Adanya pengaruh globalisasi dari berbagai pihak membawa dampak yang berbeda-beda bagi setiap orang, termasuk umat muslim. Terlampau banyak media yang menjejali kita dengan tayangan-tayangan yang tidak layak dan cenderung merusak moral bangsa. Minimnya da’i yang pantas, atau adanya perbedaan kepantasan da’i bagi orang awam justru dapat semakin memperburuk keadaan.  Tentu saja kita sebagai hamba Allah yang telah diberi kesempatan menimba ilmu tidak boleh membiarkannya begitu saja. Tugas memperbaiki akhlak bangsa ini pada akhirnya juga menjadi tanggungjawab kita.
Lembaga Dakwah Kampus (LDK) merupakan salah satu tempat untuk menyampaikan ajaran Allah. Sasaran atau target dakwah adalah mahasiswa yang dianggap sudah cukup mengerti dan dapat mengambil nilai-nilai dari kehidupan. LDK menjadi ujung tombak pergerakan dakwah Islam melawan nilai-nilai globalisasi yang menjebak, dengan tetap berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Di dalamnya kelak diharapkan dapat menerapkan dan menyebarkan nilai-nilai Islam dalam setiap lini kehidupan. Serta mengajak saudara-saudara kita seiman untuk bersama berbenah memperbaiki akhlak bangsa ini, agar kemudian dapat bersama melangkah ke jannahNya.
Akan tetapi dalam perwujudannya tidak dapat semudah membalik telapak tangan. Tentu saja tidak ada hal yang sempurna – ideal – di dunia ini, kecuali Allah. Tetapi selalu ada batasan-batasan untuk membuat suatu hal menjadi mendekati sempurna, limit satu. Begitu juga dengan dakwah kampus ini. Dakwah kampus yang ideal bukan hanya dakwah kampus dengan da’i yang kesemuanya telah zuhud, atau yang kesemua da’inya telah memiliki ilmu yang sangat tinggi – ulama’ – tentu saja bukan. Dakwah kampus yang ideal menurut pandangan saya adalah dimana dakwah kampus tersebut dapat bergerak menyeluruh ke seluruh aspek kehidupan kampus, dapat mengajak yang siapapun untuk bergerak mengerjakan perintahNya dan menjauhi laranganNya, dapat menjangkau semua kalangan.
Dakwah kampus membutuhkan orang-orang yang dapat maksimal tidak hanya dalam hal beribadah, akan tetapi juga berjamaah. Dalam beramal kita dianjurkan untuk berjamaah, sehingga amalan kita dapat lebih terasa manfaatnya. Selain itu dalam berjamaah kita juga dapat meningkatkan ukhuwah islam antar saudara kita. Kekuatan kita selanjutnya terdapat dalam jalinan ukhuwah yang terjalin, sehingga dalam berdakwah kita tetap dapat saling mengingatkan dan menguatkan ketika iman sedang naik-turun. Selama Allah adalah satu-satunya tujuan, insyaAllah kita tidak akan pernah salah, dan tidak akan pernah kecewa. Semoga Allah senantiasa menjaga keistiqomahan kita. Mari berfastabiqul khairaat!

Yogyakarta, 28 Februari 2014

Andika Putri Firdausy

Tidak ada komentar:

Posting Komentar