Selasa, 29 April 2014

KIK: Kartu Identitas K...?

KIK ?


Sebenarnya, akhir-akhir ini sedang marak berita mengenai parkir kendaraan bermotor di sejumlah fakultas di UGM. Ya, mungkin mahasiswa UGM sudah demikian sugih, sehingga membutuhkan lahan berlebih untuk memarkirkan kendaraannya (baca: mobil).




Sumber Foto: FB Mas Dwiky PS

Saya jadi teringat tulisan saya ini yang sudah lama terbaikan. Bahas tulisan saya ajadeh yaaa :D 

KIK.

Ada yang tahu apa itu KIK?
Kalau mahasiswa UGM mustinya sudah tau lah, ya. ^^
Kali ini saya ingin membahas KIK, dalam perspektif diri saya sendiri. Jadi ini hanyalah sebuah tulisan/opini pribadi saya. Saya meminta maaf atas kata-kata yang kurang berkenan kemudian.

Oke, pertama, mari kita tengok apa itu KIK dari perspektif kami (Mahasiswa UGM 2012).

Rabu, 23 April 2014

Aku ingin bercerita tentang kita. 
Iya, kamu, dan aku tentu saja.
Aku ingin orang lain tahu, bahwa aku dan kamu telah menjadi kita.
Bahwa aku dan kamu sudah bersama.
Jangan kau pikir aku bahagia sekarang.
Aku memang bahagia, tapi belum, atau bahkan mungkin tidak sepenuhnya.
Kau tahu, dengan meleburkan kita, berarti batas juga bertambah.
Dengan meleburkan kita, juga berarti bahwa kita tidak akan lama bersama.
Haha, bagimu mungkin hal ini lucu, atau sedikit menggelitik.
Tapi bagiku, ini adalah hal yang berat.
Di satu sisi, mungkin ya sekarang kita bersama.
Tapi ingatkah, bahwa pertemuan adalah awal dari perpisahan?
Yogyakarta, 22 April 2014 10:34

Kamis, 17 April 2014

Pelaku Peka

Iseng-iseng berhadiah :D


Nggg, sebagian besar benar, sih. Beberapa hal sedikit menggelitik kemudian adalah pada bagian "Tipe Pelaku Peka biasanya seniman berbakat atau perajin yang amat terampil". Sepertinya agak pengecualian untuk saya, mhihihi.

Overall, saya hanya berusaha menjadi orang yang lebih baik. Apa kata orang biarlah. Toh kita sama-sama manusia. Bukan bermaksud acuh tapi hanya berusaha menyaring. Kritikan membangun diterima, kalau sekedar mengkritik anggap saja ..... *isisendiri* :D

Rabu, 16 April 2014

Dakwah Kampus Ideal

Dakwah Kampus Ideal
Oleh: Andika Putri Firdausy
JMG (Jamaah Muslim Geografi) UGM

“Islam datang dalam keadaan asing dan akan kembali pula dalam keadaan asing, maka berbahagialah orang-orang dikatakan asing” (HR. Muslim)
Mahasiswa merupakan status sosial istimewa yang dapat disandang hanya sebagian kecil penduduk di negeri ini. Mahasiswa merupakan kaum elit terpelajar yang di pundaknyalah kemajuan negeri ini dibebankan. Mahasiswa merupakan agent of change, agen perubahan yang diharapkan dapat mengubah negeri ini menjadi lebih baik ke depannya. Status ‘mahasiswa’ bukanlah suatu hal yang patut untuk disia-siakan. Sebaliknya, keadaan ini merupakan suatu hal yang patut dimanfaatkan sebaik-baiknya.
 Saat ini Indonesia masih berada pada tahap berbenah. Pengaruh kehidupan luar terutama bangsa asing banyak yang jauh bahkan tidak mencerminkan budaya timur. Nilai-nilai Islam tergerus oleh yang disebut perkembangan zaman. Di satu sisi, masa ini merupakan zaman modern – globalisasi – dimana sains dan teknologi dapat berkembang dengan pesat. Akan tetapi di sisi lain banyak orang yang menyalahartikan hal kemajuan tersebut, utamanya orang-orang yang masih kurang dalam hal pemahaman.
Indonesia terdiri dari masyarakat yang heterogen. Adanya pengaruh globalisasi dari berbagai pihak membawa dampak yang berbeda-beda bagi setiap orang, termasuk umat muslim. Terlampau banyak media yang menjejali kita dengan tayangan-tayangan yang tidak layak dan cenderung merusak moral bangsa. Minimnya da’i yang pantas, atau adanya perbedaan kepantasan da’i bagi orang awam justru dapat semakin memperburuk keadaan.  Tentu saja kita sebagai hamba Allah yang telah diberi kesempatan menimba ilmu tidak boleh membiarkannya begitu saja. Tugas memperbaiki akhlak bangsa ini pada akhirnya juga menjadi tanggungjawab kita.
Lembaga Dakwah Kampus (LDK) merupakan salah satu tempat untuk menyampaikan ajaran Allah. Sasaran atau target dakwah adalah mahasiswa yang dianggap sudah cukup mengerti dan dapat mengambil nilai-nilai dari kehidupan. LDK menjadi ujung tombak pergerakan dakwah Islam melawan nilai-nilai globalisasi yang menjebak, dengan tetap berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Di dalamnya kelak diharapkan dapat menerapkan dan menyebarkan nilai-nilai Islam dalam setiap lini kehidupan. Serta mengajak saudara-saudara kita seiman untuk bersama berbenah memperbaiki akhlak bangsa ini, agar kemudian dapat bersama melangkah ke jannahNya.
Akan tetapi dalam perwujudannya tidak dapat semudah membalik telapak tangan. Tentu saja tidak ada hal yang sempurna – ideal – di dunia ini, kecuali Allah. Tetapi selalu ada batasan-batasan untuk membuat suatu hal menjadi mendekati sempurna, limit satu. Begitu juga dengan dakwah kampus ini. Dakwah kampus yang ideal bukan hanya dakwah kampus dengan da’i yang kesemuanya telah zuhud, atau yang kesemua da’inya telah memiliki ilmu yang sangat tinggi – ulama’ – tentu saja bukan. Dakwah kampus yang ideal menurut pandangan saya adalah dimana dakwah kampus tersebut dapat bergerak menyeluruh ke seluruh aspek kehidupan kampus, dapat mengajak yang siapapun untuk bergerak mengerjakan perintahNya dan menjauhi laranganNya, dapat menjangkau semua kalangan.
Dakwah kampus membutuhkan orang-orang yang dapat maksimal tidak hanya dalam hal beribadah, akan tetapi juga berjamaah. Dalam beramal kita dianjurkan untuk berjamaah, sehingga amalan kita dapat lebih terasa manfaatnya. Selain itu dalam berjamaah kita juga dapat meningkatkan ukhuwah islam antar saudara kita. Kekuatan kita selanjutnya terdapat dalam jalinan ukhuwah yang terjalin, sehingga dalam berdakwah kita tetap dapat saling mengingatkan dan menguatkan ketika iman sedang naik-turun. Selama Allah adalah satu-satunya tujuan, insyaAllah kita tidak akan pernah salah, dan tidak akan pernah kecewa. Semoga Allah senantiasa menjaga keistiqomahan kita. Mari berfastabiqul khairaat!

Yogyakarta, 28 Februari 2014

Andika Putri Firdausy

Rabu, 09 April 2014

#10: Shalat di Jepang

Tulisan berikut sedikit melompat dari tulisan yang sebelumnya. Saya akan membahas bagaimana kami bisa survive untuk sholat di Jepang dengan jumlah penduduk muslim yang minim. Inilah cuplikannya :)

Sebelum melanjutkan ke cerita perjalanan selanjutnya, saya akan menceritakan bagian cerita kami tentang sholat. Sebuah anugerah luar biasa bagi kami dapat menunaikan shalat di negeri orang. Apalagi di sini muslim sebagai minoritas. Alhamdulillah wa Allahuakbar. Semoga saya (kami) tetap istiqomah dan dapat menunaikan ibadah kami di negeri-negeri indah lainnya. Aamiin.

Shalat pertama di luar Indonesia adalah di Kuala Lumpur. Kami transit di KL sewaktu berangkat. Karena kami akan take off lagi masih siang dan akan melalui perjalanan yang cukup panjang, kami menjama' shalat dhuhur dan ashar di KL. Di bandara terdapat sebuah mushola yang tidak terlalu besar, mirip dengan mushola yang ada di mall di Indonesia. Kebersihannya juga kurang lebih sama, maklum masih serumpun. Cara berwudhu dan kesemuanya juga masih 11-12. Orang-orang yang sholat juga banyak yang masih serumpun, kalau tidak orang Indonesia, pasti orang Malaysia. Hanya beberapa yang memiliki ras yang berbeda, misalnya India.

Tempat sholat kedua telah berpindah ke negara selanjutnya, Jepang. Kami sampai di bandara Kansai tengah malam dan sudah masuk waktu shalat Isya. Setelah membersihkan diri dan merapikan barang-barang, kami mulai mencari tempat untuk shalat. Di dalam kawasan bandara sudah cukup sepi, hanya tampak beberapa orang yang sedang membersihkan ruangan dan di ujung lain sedang memasang semacam spanduk. Alhamdulillah di sekitar basecamp yang kami pilih tidak ada orang lain, sehingga kami bisa leluasa memilih tempat shalat. Setelah yakin dengan arah kiblat, kami menggelar sajadah, dan memulai shalat. Semilir angin menambah kekhusyukan shalat kami, di negeri orang. Alhamdulillah shalat Maghrib dan Isya selesai ditunaikan.


e-KTP



e-KTP
Ini tulisan tidak ada hubungannya dengan pemilu, ya!
Hanya saja, di tengah hiruk-pikuk pemilu, mendengar cerita beberapa orang kawan mengenai pemindahan dapil saat pemilu dengan syarat yang terkadang belibet, kenapa kita tidak memanfaatkan “e-KTP” saja?
Saya masih sering bertanya-tanya sampai sekarang: sebenarnya, tujuan pembuatan e-KTP itu apa sih? 
Maksud saya, jika e-KTP itu digunakan sesuai tujuan aslinya, saya rasa, proses birokrasi menjadi lebih mudah, misalnya dalam hal pemindahan domisili untuk PEMILU (sekali lagi ini hanya contoh).
Setahu saya, pada awal digembor-gemborkannya e-KTP, sepertinya e-KTP ini menjadi hal yang ditunggu-tunggu kehadirannya dan sangat diperjuangkan. Kami sekeluarga  sampai bela-belain pulang mudik cepat-cepat karena mengurus e-KTP yang katanya hanya bisa diurus pada waktu tertentu saja, dan akan segera diberlakukan. Konon kabarnya juga e-KTP mengandung semacam chip yang dapat melacak identitas pemilik.
Benarkah?
Kalau boleh, saya ingin membandingkan dengan KTM (Kartu Tanda Mahasiswa) UGM. KTM kami (mahasiswa UGM, red) merupakan kartu single card, yang bahkan sekarang semakin bertambah fungsinya. Selain sebagai tanda pengenal mahasiswa, kartu ini juga dapat digunakan sebagai kartu ATM, kartu pembayaran Trans Jogja, kartu peminjaman buku di Perpustakaan UGM, kartu GMC (Gadjah Mada Medical Center), dan entah apa lagi.
Saya rasa ini fungsi yang cukup banyak dan sangat membantu. Kita tidak perlu menggunakan banyak kartu, akan tetapi hanya perlu satu kartu yang multifungsi.
Lalu, e-KTP saya, apakah sudah demikian?
Hm, saya rasa belum. 
Harapan saya untuk e-KTP sih tidak muluk-muluk. Tidak harus multifiungsi seperti KTM di UGM. Yang terpenting adalah identitas yang jelas dari tiap penduduk Indonesia. Sistemnya benar-benar elektronik dengan kode-kode tertentu begitu yang dapat dilacak melalui sistem yang sama di seluruh daerah di Indonesia, sehingga dapat memudahkan ketika mengalami mutasi dan kawan-kawannya. Saya rasa banyak ahli yang lebih mengerti dibandingkan saya.
Ini hanya sekedar opini pribadi saya, terlepas dari bagaimana sistem di Indonesia saat ini. Semoga Indonesia menjadi negeri yang lebih bermartabat. Semoga Indonesia segera pulih, aamiin.

Yogyakarta, 9 April 2014 01:00
Andika Putri Firdausy

Sabtu, 05 April 2014


We always have our own way ^^ mhihihi, thanks to be a nice and superb little-sister! I love you!!! ♥

Semoga Allah selalu menjagamu, menjaga kedua orangtua kita, juga menjagaku. Menaungi keluarga kita dengan rahmatNya. Mengiringi langkah kita dengan ridhoNya. Menjaga kita, sampai kelak kita dipertemukan kembali di syurgaNya. Aamiin ya Rabb.

Allah, aku mencintai Allah. Aku mencintai Ayah dan Ibuk karena Allah. Aku juga mencintai adek karena Allah.

Allah, terima kasih atas segala nikmat yang Engkau berikan kepadaku, kepada kami. Izinkanlah kami menjadi seorang yang lebih baik lagi. Istiqomahkanlah kami di jalanMu, Rabb. Ridhoilah selalu langkah kami.


Yogyakarta, 5 April 2014 19:12

Andika Putri Firdausy
-sayainginpulang-


Resolusi #1

Bismillah.
Pagi ini, biasa saja, seperti pagi-pagi kemarin, sebenarnya. Hanya saja, saya merasa ada beban yang bertambah di pundak saya. Saya menghadap ke arah cermin sembari bertanya, "Apa yang sudah saya lakukan selama 20 tahun ini?"
Kemudian memori berputar. Waktu dimana saya masih menjadi anak kecil yang manis, juga bandel. Kenangan pertama yang masih saya ingat adalah, ketika saya, uti, dan akung Jabung, bersama. Saat itu usia saya sekitar tiga tahun, memakai baju merah, dan topi dengan kepangan rambutnya di belakang. Kami berfoto di sebuah sekolah dasar tempat Akung mengajar. Ya Allah, Akung, Uti, Putri kangen.. Semoga Allah surga-kan Akung, dan bertemu dengan Putri dan Uti, kelak. Terima kasih atas kasih sayang Akung dan Uti pada cucu pertama ini. :")
Lalu teringat ketika saya berumur sekitar 4-5 tahun, saat sekolah taman kanak-kanak. Kedua orangtua saya memiliki pekerjaan, sehingga pada waktu kecil saya tidak pernah ditunggu ketika sekolah, mengantarpun jarang kalau sedang masuk pagi. Biasanya saya bersama budhe, orang yang momong kami, saya dan adik sejak kecil. Waktu itu ayah libur bekerja (atau mungkin masuk siang, saya lupa) sehingga bisa mengantar saya ke sekolah. Seperti biasa, sebelum masuk kelas kami berbaris. Sembari berbaris saya terus memperhatikan ayah, mungkin karena saya merasa ini momen yang sangat jarang. Perlahan, kemudian ayah beranjak pergi, dan saya mulai menangis. Saya menangis dengan kencang karena tidak mau ditinggal ayah pergi. Kemudian saya dibujuk, tapi saya tetap menangis. Hingga entah bagaimana akhirnya, saya berhasil masuk ruang kelas. Ayah, Mbak sayang Ayah, Mbak sayang Allah karena Allah. Ayah, mbak kangen..
Lalu ibu. Entah saya harus menceritakan bagian yang mana. Ibu Ibuk, mbak kangen, maaf......

ps. maaf tulisan harus menggantung dan saya akhiri, saya tidak kuat kagi menulis. semoga Allah kuatkan pundak saya, semoga Allah istiqomahkan langkah saya.

Yogyakarta, 5 Apri 2014 05:28

Jumat, 04 April 2014

Selalu ada gejolak dibawah payung kepemimpinan
Keinginan yang membuncah dari segelintir orang yang haus kekuasaan
Selalu ada goncangan dibalik tabir muka tenang
Jiwa-jiwa yang rakus ingin meraup keuntungan
Tuhan, tolong kami
Selamatkanlah jiwa suci orang-orang yang ikhlas
Lindungilah hati jernih orang-orang yang rela
Sungguh kami tak ingin apapun
Hanya wujudnya damai di negeri ini
Yogyakarta, 4 April 2014 13:32
*disaat UTS Kartografi Digital ~

Kamis, 03 April 2014

ICAST 2013: "Nyelip" Part (Gallery)

PHOTO'S PART
-my gallery-
NB. mumpung ada koneksi :D
(ceritanya saya lagi nemu wifi yang superb kenceng kaya di Jepang, jadi harus dimanfaatkan mhihihi :3)

@Bandara Soekarno Hatta, seconds before take off with Ima's parents ^^

ICAST 2013 - Day 2 (Dec, 13th 2013) with Zhou Bingran from Shandong University, China

ICAST 2013 - Day 2 (Dec, 13th 2013) - After Closing Ceremony - US! :)

In front of the 100th Memorial Hall Building, Kumamoto University (GSC!)

ASO Farmland! ♥ Cool but cute :3 Dec, 14th 2013

Around ASO's temple ~

@Shrine (or temple?) :D Say "KUMAMOTOO!"

At Shrine ♥ nananina ~

ICAST 2013 ALL STARS ~ at ASO Daikanbou ♥

With Ms. Eriko Fuchino, the amazing one, thanks for everything! :)

View from Gate DOmestic (Jetstar), Kansai Airport

Alatas, the special one ♥

Finally arrive in Fukuoka, Dec, 10th 2013, with 9 celcius degrees :3

Cooking cooking ♥ Thanks Kumamoto Islamic Center and its people ♥

Kari Ayam made in Japan :D

Just beautiful!!! ♥

Say OOOOO!

ICAST 2013 - Day 1 - After Opening Ceremony 

In front of Kumamoto University Library ♥ Dec, 13th 2013

After shopping!

Deutschland ~ (in Japan? lol)

Kumamoto Castle with Ms. Nanik Anita :) Dec, 13th 2013

Kumamoto International Foundation (KIF Buliding)

SNOW! At Mount ASO! ♥

ASO's Farmland ^^

Laskar GMIF 2014

Berawal dari poster ini...

Poster Open Recruitment GMIF

Alhamdulillah, Allah telah mempertumkan saya dengan keluarga baru yang superb!

SuperCamp #1 Pemilihan Mahasiswa Berprestasi UGM 2014
Ada 15 orang yang menjadi anggota di GMIF 2014 ini, termasuk saya. Mereka adalah orang-orang yang luar biasa, hebat dan bersemangat. Juga kakak-kakak coach yang juga luar biasa. Mbak Birrul, Mas Maul, Mbak Mona, Mbak Tika, Mas Handi, dan lain-lain. Saya baru mengenal mereka, tapi saya sudah merasa sangat nyaman. Berada di tengah orang-orang luar biasa bukan hal yang bisa didapat semua orang. Saya sangat bersyukur meski saya (masih) bukan siapa-siapa.

Pada miniproject SuperCamp #1 kemarin saya menjadi seksi Humas/LO bersama dengan Sekar, sie yang baru pertama kali saya kerjakan karena biasanya hanya berkutat dengan kesekretariatan. Dan, luar biasa! Banyak hal yang saya pelajari, terutama cara berkomunikasi dengan bapak/ibu dosen. Juga, saya jadi mengenal beberapa dosen yang juga luar biasa

Oke, saya sudah diberi kesempatan oleh Allah dan saya tidak boleh menyia-nyiakannya!

Lakukan hal yang bermanfaat dan jadilah yang lebih baik!

Yogyakarta, 3 April 2014
10:37
Gedung S2/S3 MIPA UGM

Andika Putri Firdausy

Rabu, 02 April 2014

#9 : Kansai, We're Coming! (Part 2)

...Continued...

Tengah malam mulai menyapa dan bandara sudah hampir tutup. Sedangkan kami dengan santainya berjalan. Haha, berasa artis yang sedang ditunggu penggemar, tapi bedanya ini ditunggu petugas imigrasi, greget! Karena kami membawa sejumlah barang yang butuh diperiksa, akhirnya kami berbelok terlebih dahulu. Yap, barang-barang hasil panen seperti sayur, beras, dan lain-lain harus diperiksa terlebih dahulu oleh petugas, karena di Jepang mereka sangat menghargai hasil panen petani.

Setelah diperiksa, kami bergegas ke tempat pemeriksaan selanjutnya: pemeriksaan dokumen. Satu per satu kami menghadap petugas. Pertanyaan yang diajukan seperti: berapa lama akan tinggal di Jepang, untuk keperluan apa, dan sebagainya. Petugas yang ada tinggal tiga karena sudah jam pulang, sehingga kami mengantri. Kerja mereka sungguh sangat efisien, cepat, namun tetap ramah. Jempol empat!

Setelah selesai, kami berlima melangkah keluar dengan tiga troli penuh barang-barang. Dan, yey, Welcome to Kansai!



Kemudian kami berkeliling, mencari tempat yang nyaman sebelum perjalanan panjang selanjutnya. Bandara yang sudah senyap membuat kami bebas memilih tempat. Akhirnya bagian paling utara bandara menjadi pilihan kami, lalu menggelar lapak. Benar-benar seperti milik sendiri. Sementara menata barang dan membersihkan diri, kami berkeliling sejenak. Karena jumlah kami ada lima, maka jadwal jalan-jalannya juga dibagi menjadi dua kloter: tiga orang dan dua orang.

Pagi menjelang. Karena udara cukup dingin dan memang sudah waktunya makan, akhirnya kami mengeluarkan seperangkat alat masak. As you know, selain kami membawa beras 5kg, masing-masing kami membawa 5 bungkus mi instan dan 5 bungkus mi instan cup. Kami juga membawa dua buah heater, dua kotak sosis, abon plastik per orang, dan entah apa lagi. Saya sendiri juga membawa lima batang coklat! Cukup menguras kantong siih, tapi lumayan untuk jaga-jaga ketika hawa dingin menyerang. Stok yang cukup lumayan menghemat biaya kami sebagai pelancong mahasiswa. Entah dapat disebut backpacker atau tidak, tapi kami menikmatinya.

Makanan pertama adalah popmie. Kami mengambil air dari drinking water yang ada di bandara. Bentuknya dari kran air, tapi bisa langsung diminum, mungkin semacam pureit disini. Kemudian berbekal colokan tranferan yang bisa digunakan untuk berbagai model colokan, kami memasak air dengan dua heater sekaligus. Dan alhamdulillah, breakfast is served! Dan kami harus cepat-cepat menghabiskannya. Jika tidak, maka hawa dingin akan merenggut kehangatan minya, mhihihi.