Senin, 24 Maret 2014

High Achiever

Essay: High Achiever
Andika Putri Firdausy
Cartography and Remote Sensing, Faculty of Geography, Universitas Gadjah Mada

First, let me introduce my self. My name is Andika Putri Firdausy, a student of Cartography and Remote Sensing UGM. Now I’m on my second grade. I do not really deserve to be outstanding students, but I will do my best.  To be an outstanding one is not easy. It is not just about how many times you have defeat the others, but it is about how far you can beat yourself, control yourself.
There are so many person that can be so gorgeous around us. They are all out in everything they have done. They can be a winner of a competiton, moderator or speaker in a seminar, have a summa-cumlaude GPA, get a scholarship and have chance to studying abroad, and many more. Sometimes we think about how can they get such a great thing. And sometimes we just forget, that they just do more than we think. Struggle.
Frequently, people think that an outstanding one is the one who have summa-cumlaude GPA, more than 6,5 IELTS score, get a scholarship, have a chance to exchange and study aboard; and an activists in organization, have a good faith and confidence, and many more. Perfect. But no body’s perfect. We always have our own strength and weakness.
For me, to be a great one is not too complicated. Someone who can be a better one every single time is more gorgeous. I respect everyone who have a big spirit to be a better one. To be the best we have a limit when we arrived in that ‘best’. But to be a better one, we have no limit, we just have to do something better than yesterday.

Besides, as a young and educated person, or maybe everyone, we supposed to have kind of dream. Dream about everything to make our better future. We should fight for our dream, temporary dream in this world, and everlasting dream in akhirat. Make any useful thing in every single step. Always be a better one everytime besides doing the best for your dream, than you will automatically be a high achiever. And don’t forget to be a humble one. May Allah bless us and give us chance to reach our dream. Keep spirit!

Minggu, 23 Maret 2014

Bait Pagi

pagi ini tidak seperti pagi kemarin
saat aku dengan leluasa membuka mata
pagi ini tidak seperti pagi kemarin
saat aku dengan bahagia menghirup udara segar
pagi ini tidak seperti pagi kemarin
saat aku melihatmu tertawa
pagi ini, berbeda 

kutatap matahari pagi dan bertanya,
bolehkah pagi kemarin terulang lagi?
ia hanya tersenyum tenang dan beranjak pergi
dalam diam ia berucap
bahwa ia tak bisa kembali lagi
bahwa ia tetap harus pergi
bahwa ia memang tak boleh disini
menemaniku

aku terdiam
aku tahu aku tak bisa
sendiri.

Yogyakarta, 23 Maret 2014
11:03 

Sabtu, 22 Maret 2014

Sakura

Suddenly, I miss Japan, again.
Now, the spring is coming, and Sakura - the cherry blossom - will blossom.
I hope, someday I'll be there. ^^

 File:Lake Kawaguchiko Sakura Mount Fuji 2.JPG

Beautiful, masyaAllah. ^^

Kumamoto Castle in the beginning of winter. Unfortunately, we couldn't meet the Sakura yet, but sometimes we will. InsyaAllah. ^^

Esai: Kepemimpinan


Manusia adalah makhluk individu dan juga makhluk sosial. Pada dasarnya setiap manusia adalah seorang pemimpin, entah bagi orang lain ataupun bagi dirinya sendiri. Penciptaan manusia sebagai pemimpin atau khalifah di bumi ini juga merupakan titahNya. Akan tetapi terkadang kita tidak sadar bahwa kita sedang memimpin, entah itu memimpin suatu forum, kelompok, atau bahkan memimpin diri kita sendiri.
Seorang pemimpin dianggap sebagai ‘kepala suku’ atas apa atau siapa yang dipimpinnya. Ia berhak dan bertanggung jawab atas apa-apa yang dipimpinnya. Ia adalah satu-satunya orang yang harus menjadi paling rela meluangkan waktunya atas apa yang dipimpinnya. Ia adalah singa diantara domba-domba, boleh jadi yang dipimpin tidak tahu apa-apa, tetapi sang pemimpin harus tetap memposisikan dirinya.
Pemimpin bukanlah orang yang sempurna. Ia juga manusia seperti layaknya kita. Terkadang salah itu biasa, akan tetapi tanggung jawabnyalah yang diminta. Menjadi seorang pemimpin pun bukanlah perkara mudah, bukan suatu hal instan dan dapat begitu saja didapat. Jiwa pemimpin itu terlahir dan diasah, dan dibutuhkan piranti untuk mengasah.
Kepemimpinan merupakan skill dan jiwa yang wajib diupgrade. Kepanitiaan dan organisasi adalah salah satu tempat mengasah skill tersebut. Jiwa kepemimpinan pun memiliki jam terbang, semakin sering kita mengasah, semakin jiwa tersebut terbentuk dengan baik. Lingkungan yang baik juga dapat mendukung tumbuh-kembang jiwa kepemimpinan ini.
Setiap kita adalah pemimpin, dan setiap kita memiliki tanggungjawab atas apa yang kita pimpin. 

Andika Putri Firdausy,
Fakultas Geografi UGM 2012