Sabtu, 28 September 2013

Indonesia, ku ?


Matahari sedang bersinar terik hari ini. Setelah melalui beberapa agenda yang membuat hari sabtu ini menjadi lebih semangat, saya dan teman-teman yang lain kemudian masuk ke dalam sebuah ruangan yang cukup besar dengan jumlah kipas angin 22 buah. Kemudian saya duduk di sebuah ruangan di salah satu fakultas di Universitas Gadjah Mada. Kami sedang berada di acara penutupan Soft Skill yang merupakan rangkaian dari PPSMB PALAPA UGM 2013. Menurut rundown, acara tersebut hanya berisi hal yang itu-itu saja. Pembukaan, penyampaian kesan dan pesan peserta serta co-trainer, sambutan dari pihak fakultas yang sekaligus menutup acara, menyanyikan lagu kebangsaan, penutup dan doa, lalu makan, dan selesai. Tapi ada satu bagian yang menarik bagi saya.


"Indonesia tanah airku
Tanah  tumpah darahku
Disanalah aku berdiri
Jadi pandu ibuku
Indonesia kebangsaanku
Bangsa dan tanah airku
Marilah kita berseru
Indonesia bersatu
Hiduplah tanahku, hiduplah negeriku
Bangsaku, rakyatku, semuanya
Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya
Indonesia Raya
Merdeka merdeka
Tanahku negeriku yang kucinta
Indonesia Raya
Merdeka merdeka
Hiduplah Indonesia Raya ..."
Tidak lagi bisa menggambarkan perasaan saya sewaktu menyanyikan lagu itu, lagu kebangsaan Negara Republik Indonesia. Suara ratusan Gamada bersatu. Menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Gadjah Mada. Lagu kebangsaan rakyat Indonesia. Ada rasa bangga ketika menyanyikannya. Betapa pemuda-pemuda dihadapan saya adalah pemuda yang cinta akan bangsanya, pemuda yang bersemangat menyambut masa depannya, pemuda yang bersedia dan rela menghabiskan waktunya untuk belajar dan mengabdi pada bangsanya, pemuda dengan optimisme yang tinggi. Mendengar betapa semangat dan khitmadnya suasana, saya menjadi semakin optimis, bahwa bangsa ini tidak akan kalah dengan bangsa-bangsa yang lain. Bahwa pada saatnya nanti, pemuda-pemuda Indonesia dapat menunjukkan ”kehebatannya” pada asing, bahwa kita lebih baik dari mereka, bahwa kita pantas untuk dilihat dan dihargai. Bahwa kita Indonesia.

Hyme Gadjah Mada. Sebuah anugerah kami bisa berkuliah disini. Kampus kerakyatan. Disini kami belajar, berbagi, dan juga mengabdi. Semoga bangsa ini tidak pernah menyesal melahirkan pemuda-pemuda seperti kami, yang semoga dapat menyumbangkan seluruh jiwa dan raga kami untuk kebaikan bangsai ini. Semoga Allah merdhoi.
Kepala yang menunduk kemudian mulai bergerak ke atas, menghadap ke depan, kepada wajah-wajah calon pemimpin bangsa itu. Kutemukan rasa optimis pada setiap rautnya. Lalu mata ini tak kuasa menahan, hingga pandangan semakin kuarahkan ke atas. Mulutku terus berusaha menyayikan lagu kebangsaan ini dengan penuh semangat dan keyakinan, sembari berdoa dan berharap, suatu saat nanti akan kunyanyikan lagu ini dihadapan bangsa-bangsa asing, dan akan kutunjukkan pada mereka, bahwa Indonesia bukan negara lemah yang bisa selamanya diinjak. Tapi indonesia adalah negara yang kaya, sejahtera, berdaulat, serta bangsa yang bermartabat.

Mari kita buktikan bersama, bahwa kitalah pemuda harapan bangsa itu, bahwa kitalah yang nanti akan membawa bangsa ini kepada keadaan yang terus membaik. Semoga Allah meridhoi.

Hidup Indonesia!

Selesai ditulis:
Sabtu, 28 September 2013 13:30


Seseorang yang ingin berguna bagi siapa saja, termasuk bangsanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar