Sabtu, 28 September 2013

Indonesia, ku ?


Matahari sedang bersinar terik hari ini. Setelah melalui beberapa agenda yang membuat hari sabtu ini menjadi lebih semangat, saya dan teman-teman yang lain kemudian masuk ke dalam sebuah ruangan yang cukup besar dengan jumlah kipas angin 22 buah. Kemudian saya duduk di sebuah ruangan di salah satu fakultas di Universitas Gadjah Mada. Kami sedang berada di acara penutupan Soft Skill yang merupakan rangkaian dari PPSMB PALAPA UGM 2013. Menurut rundown, acara tersebut hanya berisi hal yang itu-itu saja. Pembukaan, penyampaian kesan dan pesan peserta serta co-trainer, sambutan dari pihak fakultas yang sekaligus menutup acara, menyanyikan lagu kebangsaan, penutup dan doa, lalu makan, dan selesai. Tapi ada satu bagian yang menarik bagi saya.

Senin, 23 September 2013

NONGSA ?

Nongsa!
Ada yang tahu NONGSA itu nama apa?
Yup, Nongsa adalah nama sebuah kecamatan sekaligus nama salah satu daerah terdepan Indonesia. Nongsa terletak di Provinsi Kepulauan Riau. Kecamatan Nongsa memiliki lima kelurahan, yaitu Kelurahan Batu Besar, Sambau, Kabil, Ngenang, dan Kelurahan Nongsa. Daerah ini terkenal dengan wisata pantainya. Kecamatan Nongsa juga memiliki beberapa resort dan padang golf berstandar Internasional yang sering menjadi tujuan wisatawan, baik domestik maupun manca negara (Wikipedia).

Sumber: http://www.yachtaragorn.com/Cruise.html
Tapi...
Selain nama daerah, Nongsa adalah nama suatu kelompok dalam ARDVIE (Ardgiss Voyage Intimate) 2013, yang merupakan kegiatan makrab jurusan SIGPW (Sains Informasi Geografis dan Pengembangan Wilayah) Fakultas Geografi UGM. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan para Gadjah Mada Muda, terutama Geograf Muda, dengan kehidupan seorang geograf. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk mengakrabkan mahasiswa SIGPW, baik angkatan 2013, maupun lintas angkatan, dan banyak tujuan serta manfaat yang lain.



Foto diatas diambil pada hari kamis yang lalu, 19 September 2013, di sebuah rumah makan Pondok Cabe deket Mirota. Merupakan sebuah tugas awalnya untuk makan bersama dengan kelompok ini, kelompok luar biasa. Tetap semangat ya, adek-adek yang istimewa. Ardvie hanya awal, lakukanlah dengan semangat dan ikhlas. Yo semangat Nongsa yoo! Keep smile! :3


Dari atas kiri ke bawah kanan: Izan, Agus (Pemandu), Angga, Fendi, Riesa, Ika, Saya, Merry, Tary, Iza, Raisa, Hanin, dan Raden. Keep smile!!! :))

Sabtu, 21 September 2013

Mahasiswa Fakultas Geografi UGM menjadi juara di MIPA Untuk Negeri (MUN) 2013


1

MIPA Untuk Negeri (MUN) merupakan acara tahunan yang dilaksanakan oleh BEM Fakultas MIPA Universitas Indonesia dan merupakan salah satu wadah bagi mahasiswa Indonesia untuk menyalurkan ide-ide kreatif dalam memajukan bangsa. Acara MUN 2013 ini dilaksanakan pada tanggal 2-7 September 2013 di Universitas Indonesia, Depok yang terdiri dari empat rangkaian acara, yaitu Grand Opening, Talkshow, Konferensi Ilmuwan Muda Indonesia, dan acara puncak yaitu MIPA UI Awards pada tanggal 7 September 2013.
3

Tahap pertama dari MIPA Untuk Negeri diawali dengan proses seleksi Tulisan Untuk Negeri 2013 yang merupakan seleksi gagasan tertulis sebagai bentuk kontribusi terhadap permasalahan di negeri ini. Tema yang diangkat dalam kegiatan ini adalah “Rancangan Konkret Mahasiswa Indonesia dalam Upaya Konservasi yang Mendukung Pembangunan Berkelanjutan” terdiri dari 3 subtema yaitu Konservasi Energi, Konservasi Lingkungan, dan Pendidikan Konservasi. Ajang ini merupakan Kompetisi Tingkat Nasional yang diikuti oleh lebih dari 300 tim dengan masing-masing gagasan dalam bentuk abstrak dari mahasiswa di seluruh Indonesia. Berdasarkan hasil seleksi yang dilakukan oleh pihak BEM FMIPA UI terpilih 6 tim yang mewakili UGM dan 2 tim berasal dari Fakultas Geografi UGM.
2
Tiga orang mahasiswa Fakultas Geografi UGM berhasil meraih juara pertama pada Konferensi Ilmuwan Muda Indonesia pada kategori poster subtema Konservasi Energi. Mereka adalah Andika Putri Firdausy, Azzadiva Ravi Sawungrana, dan Ima Rahmawati dari Program Studi Kartografi dan Penginderaan Jauh, UGM 2012. Mereka mengusung dua judul pada dua subtema Konferensi Ilmuwan Muda Indonesia yaitu: “Estimasi Penempatan Sumber Energi Listrik Tenaga Gelombang Laut di Kawasan Pantai Karst, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta” pada subtema konservasi energi dan “Penentuan Zona Mangrove sebagai Area Biofilter Alami  dalam Upaya Mereduksi Pencemaran Lingkungan di Pantai Utara Semarang”. Karya tulis pada subtema Konservasi Energi-lah yang berhasil mendapatkan juara dengan mengalahkan tim yang lain. Geografi Jaya! Geografi BISA! (FGE/Putri)

Sumber: Website Fakultas Geografi UGM
#SemakinCintaAllah, SemakinCintaGeografi

Jumat, 20 September 2013

Mengapa Anak TK Tak Boleh Diajari Calistung?

Tulisan ini untuk para calon orangtua, calon ayah, dan juga calon ibu hebat masa depan.
Cuma co-pas siih, tetapi semoga bermanfaat :))

Mengapa Anak TK Tak Boleh Diajari Calistung?


Oleh: Yani Widianto

Pertanyaan bpk ANH:
Apa dengan tidak mengajarkan ke anak (Calistung) di usia emas nya itu berarti memanjakankan anak yang memiliki kemampuan akademisnya…..
Kita khan bisa menyelipkan huruf2 ato angka2 dalam proses bermain anak. Kalau mereka mampu kenapa tidak diteruskan (kemampuan otak anak juga berbeda-beda ada yang mudah nangkap dan ingatannya tajam dan ada juga yang tidak khan Bu…..)

Jawaban:
Jd begini Pak, kami menyadari bahwa mayoritas orang Indonesia itu tdk memahami perkembangan otak anak, hal itu mengakibatkan para ortu salah mengasuh dan para guru salah mendidik. Dan apa akibatnya dr salah2 itu?

Kita bisa lihat orang tua yg seharusnya sdh dewasa bertingkah spt anak2. Banyak. Contoh gampangnya anggota DPR kita yth. Tingkahnya persis anak TK. Kerja nggak bener tp minta imbalan lebih, nggak dikasih ma rakyat tp malah ngelunjak.

Contoh ke-2, kita lebih banyak mencetak insan2 bermental pegawai bukan visioner, bukan pakar/ahli dibidang masing2, bukan orang2 yg bermental pengusaha pembuka lowongan kerja. Rakyat Indonesia tdk suka mengambil resiko kegagalan, pilih jd pegawai krn tenang mendapat gaji bulanan tp ketika di PHK kelabakan nggak punya keterampilan.

Contoh ke-3, kita terbiasa mengapresiasi rangking teratas (5/10 besar), nilai sempurna (80-100) kita jarang mengapresiasi kerja keras mereka dalam belajar. Padahal ada anak yg sudah belajar mati2an tapi mereka tetep gak dpt nilai bagus gak dapet rangking krn kemampuan mereka tdk sama dan bakat mereka pun beda2. Akibatnya? ketika UN sekolah melakukan kecurangan diamini oleh ortu (sdh terjadi bukan?) Kalau anak2 kita terbiasa dihargai kerja kerasnya bukan angka atau nilainya semata, mereka pasti menolak disuruh curang, karena mereka PD dengan hasil usaha belajarnya sendiri, tapi nyatanya…buanyakkk anak2 itu yg melaksanakan perintah memalukan itu. Dan kita sekarang pun memiliki pahlawan cilik kejujuran segala.

Para ahli otak di dunia termasuk di Indonesia semacam Indonesian Neuroscience Society sdh lama melakukan penelitian bahwa: otak anak2 itu belum berkembang sempurna(matang) hingga dia berusia 20-25th! stlh sempurna baru mereka dianggap yg namanya “Dewasa”. Bayangkan!

Rabu, 18 September 2013

UGM Raih Ilmuwan Biologi Kontributif MIPA UI Award 2013

UGM Raih Ilmuwan Biologi Kontributif MIPA UI Award 2013
Dosen UGM kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kali ini dosen Fakultas Biologi UGM, Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc meraih penghargaan sebagai Ilmuwan Biologi Kontributif pada MIPA UI Wrad 2013. MIPA UI Award merupakan salah satu rangkaian dari MIPA Untuk Negeri (MUN) 2013, 2-7 September di kampus UI Jakarta. Beberapa kategori lain yang juga diperlombakan pada kompetisi ini yaitu untuk kategori bidang Matematika, Fisika, Kimia dan Geografi.
Budi Daryono menyisihkan nominator lain dari beberapa perguruan tinggi di Indonesia. Ia menjelaskan predikat yang disandangnya antara lain dengan mempertimbangkan beberapa faktor, seperti jurnal nasional/internasional yang pernah ditulis, aplikasi jurnal/paper yang sudah dilakukan hingga penghargaan yang pernah diraih.
“Penghargaan dari luar UGM tersebut mudah-mudahan bisa memacu semangat dari peneliti lainnya untuk terus berprestasi,”kata Budi, Kamis (12/9).
Ia menambahkan kompetisi tahunan yang digelar oleh BEM FMIPA UI ini diharapkan bisa memajukan MIPA sebagai ilmu dasar. Selain itu generasi muda juga akan semakin tertarik untuk belajar MIPA.
Budi Daryono yang dikenal sebagai peneliti melon UGM ini sebelumnya telah meraih beberapa penghargaan internasional, seperti pada Young Scientist Award, The International Society for Horticultural Science (ISHS) (2001); Semi-Special Selection Award oleh Japan International Cooperation Agency (JICA) (2001); Science and Technology Award dari Indonesia Toray Science Foundation (2008); serta Business Plan Competition PPI Jepang (2011).
Mahasiswa Fakultas Geografi Juara 1 Konferensi Ilmuwan Muda Indonesia
Selain  berjaya pada level dosen, UGM juga meraih juara pertama pada Konferensi Ilmuwan Muda Indonesia pada ajang tersebut. Tiga orang mahasiswa Fakultas Geografi UGM meraih penghargaan ini pada kategori poster subtema Konservasi Energi. Mereka adalah Andika Putri Firdausy, Azzadiva Ravi Sawungrana, dan Ima Rahmawati dari Program Studi Kartografi dan Penginderaan Jauh, UGM 2012.
Mereka mengusung dua judul pada dua subtema Konferensi Ilmuwan Muda Indonesia yaitu: “Estimasi Penempatan Sumber Energi Listrik Tenaga Gelombang Laut di Kawasan Pantai Karst, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta” pada subtema konservasi energi dan “Penentuan Zona Mangrove sebagai Area Biofilter Alami  dalam Upaya Mereduksi Pencemaran Lingkungan di Pantai Utara Semarang”. Karya tulis pada subtema Konservasi Energi-lah yang berhasil mendapatkan juara dengan mengalahkan tim yang lain.

MIPA Untuk Negeri (MUN) merupakan acara tahunan yang dilaksanakan oleh BEM Fakultas MIPA UI dan merupakan salah satu wadah bagi mahasiswa Indonesia untuk menyalurkan ide-ide kreatif dalam memajukan bangsa. Acara MUN 2013 ini dilaksanakan pada tanggal 2-7 September 2013 di Universitas Grand OpeningTalkshow, Konferensi Ilmuwan Muda Indonesia, dan acara puncak yaitu MIPA UI Awards pada tanggal 7 September 2013 (Humas UGM/Satria AN)
First time, dan yang lain harus menyusul! Bismillah.


Bersama kontingen UGM di MIPA UNTUK NEGERI 2013, Universitas Indonesia

Source: Website UGM

Jingle SIGPW

Jingle SIGPW dengan lirik ini.
Semacam jingle yang membawa semangat dalam memperbaiki diri dan memimpin bangsa ini dengan jiwa geografi.
Geografi Jaya!
SIGPW berSATU!

Selasa, 10 September 2013

Mengejar Mimpi (Part kesekian)

Bismillah.
Semacam late post sih sebenarnya. Karena catatan lebih banyak saya tulis di handphone sembari mengisi waktu luang. Tapi, better late than never, right? Hehee
Oke, saya akan memperkenalkan dua sahabat saya ini. Mereka adalah orang-orang yang sangat bersemangat dan kreatif. Pokoknya superduper deh!