Rabu, 23 Januari 2013

Kalau cinta, mau apa?



Cinta ?
Cinta itu seperti kisahnya Ali bin Abi Thalib dan Fatimah, that’s enough.





Cinta itu seperti kisahnya Ali bin Abi Thalib dan Fatimah, that’s enough.
Sebenarnya aku tidak ingin menuliskan tentang ini, sudah cukup bosan dan tidak terlalu urgent menurutku. Tetapi kali ini aku sudah cukup bosan, sungguh. Ini cerita tentang seorang kawan...
Aku tahu masa laluku tak begitu baik. Tapi bukankah manusia itu harus berubah menjadi yang lebih baik? Pun kalau aku belum menjadi sebaik itu, tapi setidaknya aku telah berusaha meninggalkan hal-hal yang tak baik.
Cinta. What do you know about this kinda word? I don’t realize that you will know the real meaning of this word. Bagiku, cinta itu seperti cintanya Rasulullah ke Allah, dan sebaliknya. Atau paling tidak, seperti kisah cinta Ali bin Abi Thalib dan Fatimah. That’s enough. Mungkin sedikit sulit pada zaman seperti ini, tapi tidak akan ada yang sulit jika kita ‘mengandalkan’ Allah. Sebenarnya aku hanya sedikit capek. Seseorang yang terus berkata bahwa dia mencintai seseorang lainnya tanpa ada ikatan apa-apa, itu omong kosong! Apalagi jika dia terus ‘mengganggu’ orang yang katanya dicintainya itu. Itu namanya bukan cinta, tapi entah sekedar suka, atau bahkan mungkin  nafsu. Kalau cinta, itu seperti kisahnya Ali bin Abi Thalib dan Fatimah. (Baca)
Begitu.
Sudahlah, aku cukup bosan mendengarkan semuanya. Bukannya sok atau apa. Kau tahu sendiri bahwa aku sedang memperbaiki diri. Kesalahan di masa lalu telah cukup membuatku malu di hadapanNya. Aku tidak ingin jatuh untuk kesekian kalinya. Sudah cukup aku bermain-main dengan hati orang lain. Tak cukupkah alasan itu bagimu? Aku sudah cukup bosan. Sungguh. Aku hanya ingin menjalin ukhuwah yang benar dengan saudara seimanku, itu saja. #lupakan
Kalau cinta, itu seperti kisahnya Ali bin Abi Thalib dan Fatimah. Tersimpan rapih bahkan setanpun tidak mengetahuinya. Kalau cinta, itu seperti kisahnya Ali bin Abi Thalib dan Fatimah. Yang ada hanya memperbaiki dan memantaskan diri. Kalau cinta, kalau cinta. Cinta sejati itu adalah cinta kepada Sang Ilahi. Cintamu kepada seseorang tak dapat dikatakan indah dan benar ketika cinta itu tak dapat mengantarkanmu kepada cintaNya, karen cintaNya memang yang paling indah.
Sudahlah, ukhuwah itu lebih indah dari apa yang kau sebut cinta. Cintamu itu, hanya mengantarkanmu pada khayalan-khayalan yang hanya menciptakan zina hati. Cintamu itu, hanya mengantarkanmu pada harapan-harapan kosong yang akan terus membayangimu dan mencampakkanmu. Cintamu itu, hanya mengantarkanmu pada kehampaan. Cintamu itu, tidak akan membawamu ke kehidupan yang lebih baik. Cintamu itu, tidak akan bisa membawamu mendapatkan cintaNya. Cintamu itu, hanya omong kosong!
Kalau cinta, itu seperti kisahnya Ali bin Abi Thalib dan Fatimah. Percayalah bahwa Allah akan selalu memberikan yang terbaik kepada hambaNya. Percayalah bahwa Allah adalah Yang Maha Tahu, Yang Maha Mengerti, Yang Maha Adil. Biarkanlah Allah menunjukkan yang terbaik untukmu. Usahamu itu bukan dengan cara ‘mengganggu’nya, tetapi dengan memperbaiki diri di hadapanNya dan memantaskan dirimu bahwa kau layak mendapatkan seseorang yang baik pula.
Kalau cinta, itu seperti kisahnya Ali bin Abi Thalib dan Fatimah. Kau akan bahagia ketika melihat dia bahagia. Karena bahagiamu dan bahagianya itu sama, yaitu kebahagiaan ketika bertemu denganNya, meraih cintaNya. Karena bahagiamu dan bahagianya itu sama, yaitu kebahagiaan ketika kalian telah memiliki keluarga kalian masing-masing yang insyaAllah penuh dengan rahmat dan cintaNya. Karena bahagiamu dan bahagianya itu sama, yaitu kebahagiaan ketika ukhuwah diantara kalian bisa terjalin dengan baik, dan akan mengantarkan kalian pada surgaNya. Wallahua’lam. 


Bangil, 23 Januari 2012 08.46
Semoga kita mendapatkan cinta terindah yang akan mengantarkan kita pada keagungan cintaNya ♥ 
Andika Putri Firdausy

Tidak ada komentar:

Posting Komentar