Kamis, 24 Januari 2013

Jogja...


19 Januari 2013. Tak terasa telah hampir 5 bulan tak melakukan perjalanan sejauh ini. Jogja, kota sejuta kenangan. Berat rasanya meninggalkan keluarga baru disana, namun kerinduan pada kehangatan keluarga lamaku sudah tak bisa dibendung lagi. Jogja. Satu kata yang membuatku berdesir pada awalnya. Kota yang sangat sulit untuk kujamah. Teringat akan  perjuangan panjang yang telah kulalui sebelum akhirnya benar-benar berada disana. Jogja. Entah mengapa hatiku telah kutambatkan padamu, jauh sebelum aku benar-benar mengetahui dirimu yang sebenarnya. Jogja. Awalnya aku merasa disini akan sedikit berat. Ilmu yang belum pernah kupelajari, bahkan tidak pernah terpikirkan olehku sebelumnya, kota pelajar yang terkenal dengan 'sarkem'nya, kota penuh budaya, dari yang paling baik sampai yang paling tidak, itu semua sudah cukup untuk membuatku takut melangkah. Tetapi tekadku tetap bulat. Jogja. Bilamana ku ingat, betapa besar perjuangan orang-orang yang ku sayang. Ayah, ibu, dan semuanya. Entah bagaimana aku akan mengucapkan rasa terima kasihku kepada mereka. Sungguh, hanya Allah lah yang akan membalas semua kebaikan dan kasih sayang kalian.
Jogja. Disini aku menemukan keluarga baruku. Orang-orang yang tak ku kenal sebelumnya. Kau tahu apa rasanya? Indah. Jogja. Indahnya semakin kurasa kala aku mengenal mereka. Orang-orang yang menginspirasi, orang-orang yang mengajarkan banyak padaku tentang hidup ini. Jogja. Saat aku meninggalkan kota ini, awalnya aku merasa baik-baik saja, tapi aku yakin tak lama aku akan merasakan rindu, rindu yang mendalam. Tapi aku harus tetap pergi, kerinduan pada kampung halaman harus segera kuobati. Jogja. Kau tahu, ternyata aku benar. Hanya butuh waktu 2 malam untukku sejenak melupakanmu. Pada hari ketiga, yang kutahu aku hanya mengingatmu, mengenang segala hal tentang dirimu. Indahnya ukhuwah yang kutemukan pada dirimu. Jogja. Ketika aku merasa benar-benar menemukan jati diriku, aku sangat bersyukur. Rasanya aku ingin berlama-lama disini. Terus menggali apa-apa yang ada pada diriku, dan dirimu. Melakukan segala hal baik yang bisa kulakukan. Menulis setiap harapan yang ada. Mengejar dan mewujudkan setiap mimpi yang pernah kutuliskan. Jogja. Disinilah aku akan memulai kembali hidupku. Menata ulang segala cita dan cinta. Keluargaku memang segalanya, tetapi keluarga baruku tak kalah pentingnya. Jogja. In you I hope Allah gimme the best. I hope I can found the best. I hope Allah bless me in all of my time. Jogja. See you in the next month. When I’m ready, I’ll be back for you, create so many great thing’s ever. Yes, I will. Jogja. Yes, Jogja.
Bangil, 23 Januari 2012 08.16
When I feel so addicted with this city, Jogja.
#lupakan
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar