Minggu, 15 Juli 2018

Sibling(s)

Someone who knows you well, sometimes more than your ownself. Someone who gives you much attention, but dont want you to know. Someone who treats you, although its the last coin. Someone who randomly getting mad to you, but contains love inside. 🍁

Kata orang, kita kembar. Saking miripnya, cuma beda dua tahun. Dari prinsip dan kesukaan juga nggak beda jauh, tapi bukan karakter, haha. Kalau nggak dibilang kembar, kadang orang bilang kamu kakaknya. Sepertinya karena kedewasaanmu, dan kebocahanku, haha. But yes, sometimes aku merasa lebih bocah darimu, heu.

Dek, I'm not the best sister, but I tried to be, and I will always be. Pesen Ayah sama Ibuk sebelum pergi, katanya, "nitip adek." I hope I can do it well..

Kata ayah lagi, "mbak yang dewasa, ya,". I know sometimes I am more childish than you. I hope I can play this role better.

Meski dunia masa kecil kita penuh "ketidakharmonisan", yang sering kuungkit2 karena aku lebih sering kalah haha, but I will always be thankful cause Allah gives me you. Yes, you.

Maybe this world is not as small as your hand which you can control. But you have Allah which is "Bigger" than everything you can imagine. All the things in this life is not ours, but we can ask Him to make it easier. Calm, life is only life. We "only" have a task to be better one, not a perfect one. Keep going, girl! 💅

Keep shining my little-with-the-big-heart star 💫

Sorry for being annoying and 'gengsian' Mbak. Maybe I will always be like that, but it will never decrease my love and pray to you 💕

Gumarang, 15 July 2018
Unperfect sister.

Senin, 02 Juli 2018

Idol

Pernah dak sih, kita secara sengaja atau tidak, tiba-tiba mengikuti suatu tren, atau gaya bicara, atau pembawaan, atau hal lain yang mengikuti suatu tokoh?

Kalau iya, berarti secara tidak langsung, kita sudah terpapar 'virus' tokoh tsb. Entah secara pengakuan kita mengidolakan atau tidak, tapi alam bawah sadar kita sudah otomatis mengikuti jalur hidupnya.

Sayangnya, di zaman sekarang ini, emang nggak mudah cari contoh yang baik.. Tapi, ada. Dan akan selalu ada kalau kita mau mencari.

Jangan sampai kita terlena dengan "tren-tren" unfaedah atau malah berdampak negatif. Naudzubillah. Udah mah nggak dapet manfaat, malah merugikan. Hiii sereeem~

Kadang, serem sendiri liat zaman sekarang. Cem mana besok zaman anak-anak kita, kan? Betapa tidak mudahnya. Tapi sekali lagi, bisa. Kalau kita tau caranya.

Naah, itu. Kek mana lagi caranya? Itu yang harus dicari tahu.

Harus mau terus-terusan belajar. Dari sumber yang benar. Harus mau terus-terusan memperbaiki diri kita, juga dari sosok-sosok yang mencerahkan. Dalam hal ini, penting sekali mencari sosok "idol" yang benar. Rasulullah misalnya?

Emang nggak mudah, dan nggak akan mudah. Tapi, bisa. Kalau kita mau belajar.

Life is never ending learning, tho?

Sabtu, 30 Juni 2018

Hati-Hati dengan Hati

Betapa tidak mudahnya urusan seonggok daging ini, jika kita tak memasrahkannya pada Yang Membolak-balikkan Hati.

Urusan hati, salah sedikit, akan jadi kacau.

Perasaan-perasaan yang muncul dari hati, memang terkadang tidak bisa kita kuasai. Hanya, perilaku setelahnya yang patut bagi kita untuk berhati-hati.

Apakah benar semua yang kita lakukan berlandsakan taqwa?
Apakah benar semua yang kita lakukan berlandaskan iman?
Apakah benar semua yang kita lakukan hanya karena Allah?

Hanya hati kita yang tahu.
Seonggok daging yang mudah sekali berpaling, jika tak kita tautkan pada Allah.
Seonggok daging yang mudah sekali berprasangka, jika tak kita titipkan pada Sang Penjaga.

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ، ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ

"Yaa muqollibal quluub, tsabbit qolbii 'alaa diinik"

Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.

(HR. Tirmidzi no. 3522)

Senin, 25 Juni 2018

Allah itu Dekat

Pernah nggak, merasa, bahwa semesta terasa memusuhi kita?

Pernah nggak, merasa, bahwa apa-apa yang kita lakukan salah di mata semua?

Pernah nggak, merasa, bahwa diri ini rasanya tiada guna? Hidup pun seperti percuma?

-----

Rasa-rasanya,
Allah lagi kangen...

Cuman,
Kitanya aja yang selama ini nggak peka, terlalu sibuk dengan urusan dunia.

-----

Allah SWT berfirman:

وَاِذَا  سَاَلَـكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌ ۗ  اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ
"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka memperoleh kebenaran." (QS 2:186)

-----

"Fa inni qariib, maka sesungguhnya Aku dekat.."

Namun sayangnya hambaMu ini ya Allah, yang tak pernah mau mendekat..

"Ujiibu da'wataddaa'i, Kukabulkan permohonan orang yang berdoa.."

Namun sungguh sayangnya hambaMu ini ya Allah, yang selalu enggan meminta..

-----

Jangan bosan-bosan untuk selalu mendekat. Karena Allah suka ❤ lalu apa yang kita cari di dunia ini selain ridhoNya, kan?

#ntms

Sabtu, 19 Mei 2018

CONNECTION

Kata Syekh Yusuf Estes, bahasa Inggrisnya "sholat" itu bukan 'pray'

Lalu, jamaah pada bingung, termasuk aku. Bukankah, selama belasan tahun kita belajar bahasa Inggris dan ketika kita mau sholat bilangnya "I wanna pray" ?

Sambil ku berpikir keras, kemudian beliau bilang, kalo 'pray' itu lebih ke berdoa, du'a, yang bisa kita lakukan anytime, anywhere.

Sedangkan, sholat itu, beda...
Kata beliau, SHOLAT itu C O N N E C T I O N.

Sholat itu,

Connection to Allah, yang nggak semua orang bisa merasakan nikmatnya.

Connection to Allah, yang membutuhkan kondisi spesial untuk merasakan kekhusyukannya.

Lalu, sampai manakah "connection" kita sama Allah?

Mumpung Ramadhan, dimana pahala amal dilipatgandakan, mari  makin dekat-dekat, supaya sinyalnya makin kuat :") #ntms

Anyway, almost five years ago ya guys 🙈

Senin, 14 Mei 2018

Berawal dari Kipas Angin

Setelah sekitar 4 bulan bertahan tanpa kipas di ibukota yang nggak dingin ini, heu, akhirnya...

Bukan karena nggak mau beli sih, tapi emang nggak bisa pake kipas angin, or we call it 'masuk angin' dkk. Yang pernah tinggal bareng pasti tau, saya orangnya anti banget kipasan, atau yaa paling kepaksanya kipas dihadapkan ke arah lain.

Tapii, entah mengapa beberapa waktu terakhir panasnya Jakarta luar biasa sampe bikin baju literally basah, ditambah nyamuk yg bikin bentol-bentol, akhirnya diputuskanlah untuk membeli, K I P A S A N G I N .

Sesepele itu sebenernya..
Cumaan, kadang dalam hidup kita suka 'terlalu' kekeuh sama diri sendiri, dan nggak mau mencoba mengerti keadaan. Padahal udah tau sebenernya diri kita butuh, tapi tetep aja merasa sok kuat dengan apa yang ada.

Sama kaya iman.
Kita tuuh sebenernya tau kekuatan kita cuman 'segitu'. Kita juga tau di luar sana ada banyak sarana yang bisa mendukung dan memudahkan urusan kita. Sayangnya, kita terlalu asik di zona nyaman. Jadinya, yaa gitu-gitu aja deh hidup kita, susah naik kelas heuheu~

Pokoknya, kalau mau berubah ke arah yang lebih baik mah, harus mau keluar dari zona nyaman. Buat dapet sesuatu yg "worth it" itu, nggak akan bisa kalo usaha kita juga nggak "worth it" kan?

Eh, kok panjang? 😂😂😂

Dan tulisan ini sesungguhnya adalah pengingat bagi diri sendiri heuheu #ntms

Minggu, 29 April 2018

Teman Perjalanan

"Sepertinya, aku butuh teman perjalanan."

"Untuk apa?"

"Berbagi cerita perjalanan, barangkali"

"Bukankah kamu bisa bercerita pada siapa saja?"

"Iya, tapi, tidak bisa semua cerita.."

"Jadi?"

"..."

Senin, 19 Maret 2018

Silhouette

SIL•HOU•ETTE :// (N) 

The dark shape and outline of someone or something visible against a lighter background, especially in dim light.

-

Anyway, kamu tau nggak kenapa 'siluet' itu mostly terlihat sangat bagus, eye-catching, lagi instragam-able?

Kenapa?

Karena siluet itu diambilnya dari samping, yang sebagian.

Hah? Maksudnya?

Iyaaa, siluet kan, hanya memperlihatkan sebagian dari objek, bukan keseluruhan.

Lalu?

Itu, sama seperti ketika kita melihat orang lain, atau orang lain melihat kita. Hanya sebagian. Enggak pernah utuh. Hanya orang-orang tertentu, semisal keluarga, yang tahu benar-benar tentang kita. Atau bahkan, merekapun enggak tahu. Hanya Allah yang tahu. Bahkan, bisa jadi lagi, diri kita sendiri, belum tentu memahami jati diri yang sesungguhnya.. Jadi, ya gitu. Kadang, prasangka orang hanyalah sebatas persepsi yang tidak terbukti. Karena, mereka cuma tau sebagian aja dari diri kita.

Hmm begitu rupanya. Lantas?

Benarnya sih, yaa kita enggak perlu lah menceritakan diri kita ke orang lain, apalagi sampai membagus-baguskan diri di depan orang lain. Sama sekali enggak perlu. Karena,

Karena yang menyukai kita nggak membutuhkan itu, dan yang nggak menyukai kita nggak akan percaya itu, kan?

Yak, benar sekali, layaknya quotes dari Khalifah Ali bin Abi Thalib.

Sebentar, terus, kita kudu gimana?

Lakukan yang memang kita sadar ingin dan butuh kita lakukan. Bukan karena orang lain. Tapi karena Allah. Karena nilai dan prinsip yang kita pegang kuat-kuat.

Sanggup?

Mungkin kalau sendiri enggak, tapi kalau barengan, semoga lebih bisa deh~

-

Okey, percakapan yang agak absurd. No father-father. Yang penting kita sama-sama paham, kalau hidup bukan cuma ngalir, apalagi cuma demi orang lain. Ada masa depan lebih besar yang sedang kita perjuangkan. Let's hit the book! 😎


#ntms

Selasa, 06 Maret 2018

Mars BMKG

Kami BMKG, handal dan terpercaya
'Tuk mendukung keselamatan masyarakat kita
Pengamatan yang tepat, data-data akurat
'Tuk membangun Indonesia yang aman dan nyaman

Meteorologi, Klimatologi, Geofisika, dan Kualitas Udara
BMKG handal, BMKG tanggap
Demi Indonesia

Kami pun berjanji, bersatu 'tuk mengabdi
Bagi negara dan dunia, setulus jiwa
Itulah semangat kami, dalam kata dan aksi
T'lah tertanam dalam hati, semangat yang tinggi

Meteorologi, Klimatologi, Geofisika, dan Kualitas Udara
BMKG handal, BMKG tanggap
Demi Indonesia

Meteorologi, Klimatologi, Geofisika, dan Kualitas Udara
BMKG handal, BMKG tanggap
Demi Indonesia

Demi Indonesia


.
.
.

Audio dan cerita lainnya menyusul 😁

Senin, 05 Maret 2018

Katanya Siap

Katanya, yang mengukur siap atau tidak itu, sebenarnya bukan diri kita sendiri, tetapi orang lain. Bahkan, bukan juga keduanya, melainkan Allah.

Ada, yang merasa siap, tapi tak berhenti meratap ketika yang ditunggu tak kunjung tiba. Ternyata, Allah rasa, dia belum cukup siap.

Ada, yang merasa belum siap, tapi tetiba ada yang datang menjemputnya dari persembunyian. Ternyata, Allah rasa, dia sudah pantas dikategorikan siap.

Lalu, apa parameternya?

Katanya, ia akan tiba ketika seseorang berada pada puncak ketaqwaan. Ketika tak ada lagi yang menjadi puncak harapan selain Allah, tak ada tujuan selain Allah, tak ada penghambaan selain kepada Allah.

Bukankah, yang lebih pasti adalah menemuiNya?

Semoga dalam keadaan terbaik, di puncak keimanan dan ketaqwaan.

Jumat, 23 Februari 2018

Anak Malang

Hari mulai gelap
Cahaya lampu satu per satu mulai menerangi sudut-sudut kota yang riuh
Hiruk-pikuk manusia yang membuat ruang semakin penuh
Hilir mudik mencari sesuatu pengganti peluh

Di sudut lain yang lebih jauh
Seorang anak kecil baru saja beranjak dari hutan yang teduh
Kaki kecilnya melangkah dengan cepat, beradu dengan langit yang berawan jenuh
Ia cepatkan lagi langkahnya, agar seikat kayu di panggulnya tak basah oleh runtuhan air yang tak sabar terjun dari langit

Sesampainya di gubuk kecil beratap jerami, segera ia susun kayu demi kayu yang telah ia kumpulkan di tepi hutan tadi
Tinggal satu masakan lagi, batinnya
Berasnya habis
Tak ada pula makanan yang lain
Biarlah, yang pasti, mamak dan ketiga adiknya malam ini bisa tidur nyenyak
Besok, biar ia cari ubi jalar di hutan
Syukur jika ia mendapatkan ikan di danau tengah hutan
Atau, barangkali membantu pak haji mengangkut pasir saja?

Ah,
Dia memang anak yang kuat
Setiap hari tak pernah lelah bekerja demi menghidupi mamak dan adik-adiknya
Sejak hulu subuh, terbit-tenggelam fajar dan mentari, hingga rembulan yang menggantikannya lagi
Semoga, nasib baik segera menghampirinya
Anak malang di ujung pedalaman

Rabu, 21 Februari 2018

Berkelana di Ibukota

Haaai akhirnya aku sampai kosan meski lewat maghrib wkwk. Sebenernya mau nulis yang lain tapi gapapa lah ini terlalu seru untuk dilewatkan 😂

Jadi ceritanyaaa, selasa kemarin motorku datang dari Jogja. Sebenarnya udah dari hari jumat, tapi karena ku harus pergi ke Serang dlsb, jadi baru diambil di sekitar Senen hari selasa pulang kerja. Pertama kali ketemu si "Abang", kageeet hahaha. Kotor banget lah dia parah, blethokan gitu. Itu sekitar jam 5an waktu ibukota, tau lah yaaa macet2nya kek mana wkwk. Bermodalkan gmaps, akhirnya ku pulang dengan selamat hehe alhamdulillah jalannya familiar dan ga ribet karena kayanya siih pernah lewat.. Daan langsung sore itu juga ku cuci bersih biar dia sehat dan siap mengarungi kerasnya (?) ibukota ~

Beberapa hari bawa motor ke kantor. Kesannya? Enak siih wkwk karena lebih murah. Banget. Which is biasanya ngegojek kalo pake gopay dan harga normal (bukan peak hour) kena 12ribu PP, pernah lebih. Sedangkan bensin full sekitar 25ribu bisa dipake lamaaa, seminggu lebih sih kayanya karena jarak kantor-kosan sekitar 3km lebih dikit. Selain itu lebih fleksibel juga kalo mau mampir entah beli makan atau yang lain. Cuma ya beda yaaa, tinggal duduk di ojek sm bawa motor sendiri. Tapi karena udah biasa juga di Jogja dulu jadi pembalap jadi malah lebih suka bawa motor sendiri wkwk. Cumaaan, ada satu hal sih yang sedih hahaha, stasiun deket sini ga ada parkiran jadi tetep harus gojek, dan harganya naik, biasa 8ribu kemarin 11ribu :((

Rasanya motoran di Jakarta?
Seru siiih hahaha melatih kesabaran bener dah 😂 karena sebenarnya macet bukan cuma di Jakarta sih yaa, dan alhamdulillah di daerah antara kos-kantor macetnya ga banyak, bahkan ga ngelewatin lampu merah sama sekali. Enaaakk alhamdulillah hihi. Cuma ya selain kitanya yang harus sabar, banyakin dzikir juga hehe, terus juga harus sigap dan ga boleh ragu. Karena selain bakal lama sampe, kita juga bakal diklaksonin teruuuss ama yang belakang hahaha. Bahkan nih ya, kita udah bener aja tetep di klakson, saking mereka pengen cepet -___- padahal mah ya, kalau mau sesuai aturan, harusnya bisa lebih tertib dan enak buat semua pengguna jalan, dan ga ngerugiin siapa2. Jadi ingat betapa kzl nya diriku di ringroad pas di Jogja, kalau ada mobil yang jalan di jalur lambat, tapi bikin dua lajur, which is sebenernya cuma muat satu mobil dan satu motor. Allahuakbar, rasanya kalo boleh pengen aku tabrak aja biar baret hahahaha jahat kali gue astaghfirullah :( tapi yaaa gimana yaaa, buat motor aja ngepas lhooo, malah dipaksa buat dua mobil. Njuk motornya suruh lewat atas mobil gitu ta? :(

Malah bahas di Jogja wkwk. Skip.

Oiyaaa selain yang tadi-tadi, yang penting juga dalam berkendara adalah, istiqomah wkwk. Elah , berkendara aja butuh istiqomah yeee 😅 Etapi bener lhoo, maksudnya tep istiqomah dalam menaati aturan. Semacam peraturan standar berkendara kek helm, lampu, surat dlsb, juga termasuk jalannya motor sebelah mana (ga masuk jalan busway -.-), lampu merah, dkk. Syusyah euy ternyata. Yaaa emang namanya istiqomah mah daridulu juga ga gampang yaaa :( tapi perlu dilatih euy. Semangat, Put! Kudu kuaaat.

Jadi, ceritanya, (calon) mamak-mamak satu ini, lagi galau abeeezzz gegara, belum nemu tempat belanja yang tepat gituh -,- Tepat means, murah hahahaha, dan lengkaap.. Karenaaa, entahlah orang2 ini suka kali belanja di mart-mart-an yang muahaaallll eeee gak ketulungan itu astaghfirullah T.T kalo dulu di Jogja mah (Jogja lagi Jogja lagi) buanyaakk yang murah hehe dan itupun masih sering kubanding2kan harganya, karena mereka deket juga kan, jadi hayuk aja cari yg diskon dlsb 🙈 500 yang berulang sangat berarti euy, apalagi anak kosan kan yaaa wkwk #mamakmamaklyfe

Singkat cerita ada keperluan mendesak yang harus segera dibeli gitu, dan udah sempet nanya ke beberapa orang dimanakah wakamsi (warga kampung sini) biasa berbelanja hehe. Awalnya mau ke Omi (koperasi kantor) aja dulu, seadanya, tapi karena tadi ada acara sampe agak sore gitu, Omi dah tutup. Dan pas udah belok keluar kantor langsung menyadari, eh sekarang ajadeh perginya, mumpung masih terang, dan sekalian aja gitu. Lalu ku searching lah di gmaps..

Nama tempatnya "Days" (alias Hari-Hari) di bahasa Indo-in wkwk (biar ga sebut merk, tapi naon bgt sih yak haha). Setelah melewati keganasan jalanan ibukota yang subhanallah banget yak jam lima sore, ditambah gatau jalan dan mengandalkan gmaps wkwk, ditambah pula letaknya yang unpredictable di dalam mall yang udah agak sepuh (?) dan menurutku agak ngeri sih sendiri (biasanya ga punya takut padahal hahaha cm ngerinya tuh lebih ke kriminal siih, bukan yg kek gitu..tau kan?).

Sampai dalam semacam jumbo mart nya, eeh bener ajaaa, harganya jauuuh bangeet sama yang di mart-mart-an deket kosan huhu. Langsuuung deh ngecek list barang2 yang dibutuhkan dan berkeliling. Alhamdulillaah mayaaan bangets, kusenang bisa menghemat puluhan ribu kali yaa kalo belanja segitu di sono :" tapi tetep ada yang belum kebeli siiih karena selain belum butuh banget, masih bisa diskip atau substitusi dengan barang lain, juga karena budget terbatas wkwk. Dan karena hari beranjak malam, mari kita segera pulang~

Jalanan ibukota setelah maghrib sekitar 18.30 kek mana? Hmm yhaaa gitu lah. Like, klakson everywhere, dude.! 😆 alhamdulillah mental map cukup aman lah yaa, jadi liat gmapsnya cuma sekali aja pas pulang. Yhaa udah cocok lah daftar driver ojol .-. Sebenernya masalahnya itu-itu aja sih, kesabaran menahan ego, karena lampu merah aja diterabas kan, apalagi yang ga ada traffic lightnya. Kebayang kan, kek mana orang2 rebutan biar dapat jalan duluan? Saya mah ngikut alur aja, karena kalo enggak, siap2 aja di klakson terus dr belakang haha.. Macet dikit juga di jalan arah Sunter-Kemayoran, biassaaa siih, setelah jalan besar tetiba jadi cuma satu lajur, jadi yhaa gitu, rebutan lagi wkwk.

Intinya mah, selama masih bisa jalan, jalan we lah. Asal ada tujuannya *yaiyalah. Dan yang jelas kudu bersabar polll. Ku jadi ingat di Jogja hampir selalu kzl sama mobil plat B karena mostly ngawur #eh hahaha, walau ada juga siih yang enggak. Eeh ternyata sekarang malah jadi orang sini (?) wkwk. Takdir Allah emang nggak ada yang tau yaa :"") malah kemana hahaha. Intinya sabar dan perbanyak dzikir di jalan, daripada di pake yang lain kan?

"Karena hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang."

Sekian tjoerhad kali ini. Seeya.

Ditulis, 12 Februari 2018
Selesai diedit seminggu lebih kemudian, wk.

Rabu, 14 Februari 2018

Dekat-dekat Saja

Kemarinnya kemarin, temanku cerita. Katanya, hidup dia berubah..

Dulunya dulu, dia menjalani hidup seperti biasa. Normal layaknya manusia lainnya. Kadang tersadar, kadang juga terlupa. Biasa, namanya juga manusia kan ya~

Tapi. Ada suatu waktu ketika ia menyadari hal penting dalam hidupnya. Pencarian makna yang mungkin sampai puncaknya? Entahlah. Tapi dia merasa lebih baik dari sebelumnya. Seperti hidup di dalam hidup. Seakan melenggang dengan mudah di dalam setiap episode kehidupan.

Quran, katanya, yang membuat hidupnya berubah. Dia bukan, atau belumlah seorang penghafal. Tapi dia berusaha untuk menjaga yang sudah Allah karuniakan padanya. Rezeki untuk memahami cara membaca dan (mungkin) mentadabburinya. Dan, ia gunakan untuk terus mendekat padaNya dengan cara selalu dekat-dekat dengan Quran.

Dan, terbukti. Rasa-rasanya semua urusan menjadi mudah saja. Belum sampai berjuz-juz, 'cukup' satu saja, tapi, rutin. Iya, rutin. Katanya, itu kunci. Istiqomah memang berat, bukan? Tapi, istiqomah dalam dekat-dekat dengan Quran itu, banyak untungnya, banyak berkahnya. Perniagaan dengan Allah, termasuk dalam khidmat Quran, memang tidak pernah rugi, kan?

Kemarin, dia datang lagi. Katanya, hidupnya kembali banyak diuji. Sembari, dia bercerita bahwa kedekatannya dengan Quran memang tak seperti waktu sebelumnya. Banyak hal yang membuat dia jadi menjaga jarak. Eh, atau dibuat-buat saja?

Entahlah. Yang jelas, keberkahan ketika dekat-dekat dengan Quran itu nyata. Jadi, kami bersepakat untuk tak saling melupa, saling memgingatkan dengan saudaranya agar tak jauh-jauh. Disini saja. Bersama-sama. Agar, juga bisa ke surgaNya tanpa terpisah.

Ibukota,
14 Februari 2018

Andika Putri Firdausy